7 Film Indonesia yang Menuai Kontroversi Sebelum Perilisannya Malah Laku Keras?
Nggak kalah dengan film-film Hollywood, sekarang industri perfilman Indonesia pun tengah berkembang sangat pesat di pasaran.
Ada puluhan atau bahkan ratusan film yang diproduksi setiap tahunnya dengan banyak sekali genre tidak sama yg ikut meramaikan bioskop tanah air.
Sayangnya, nggak seluruh perilisan film ini berjalan lancar sinkron menggunakan yang direncanakan, geng.
Nggak jarang film-film Indonesia ini justru menuai kontroversi menurut publik bahkan sebelum lepas penayangan resminya di bioskop.
DAFTAR ISI
- Film Indonesia yang Menuai Kontroversi Sebelum Perilisannya
- Dua Garis Biru (2019)
- Makmum (2019)
- Ruqyah: The Exorcism (2017)
- Benyamin Biang Kerok (2018)
- The Santri (2019)
- Soekarno (2013)
- Dilan 1990 (2018)
Film Indonesia yang Menuai Kontroversi Sebelum Perilisannya
Demi menarik perhatian dan minat orang banyak, umumnya para penghasil film akan merilis trailer sebagai salah satu bentuk promosi yg mereka lakukan.
Namun sayangnya, trailer yg mereka rilis tersebut nggak sporadis justru menuai kontroversi dari publik.
Nah, berikut merupakan beberapa film Indonesia yang menuai kontroversi bahkan sebelum penayangan resminya di layar bisokop.
1. Dua Garis Biru (2019)

Mengangkat tema cerita yg tergolong masih tabu di budaya Indonesia, film drama keluarga berjudul Dua Garis Biru ini rupanya menuai relatif poly kontroversi.
Hal itu bermula saat trailer film Dua Garis Biru akhirnya secara resmi dirilis pada platform streaming YouTube pada 25 Mei lalu.
Publik menilai jika film ini nggak pantas untuk dikonsumsi oleh khalayak umum karena dipercaya bisa menjerumuskan anak belia buat melakukan hubungan seks di luar nikah.
Meskipun tidak henti-henti menerima kecaman berdasarkan publik, tapi tempat tinggal produksi Starvision tetap menetapkan buat menayangkan film ini sinkron dengan planning awal.
Terbukti, film ini justru berhasil mendulang kesuksesan dengan meraih sebanyak lebih dari dua.5 juta penonton selama penayangannya pada bioskop.
Bahkan, film Dua Garis Biru kabarnya ditayangkan jua di Negeri Jiran Malaysia dalam awal Oktober kemudian.
dua. Makmum (2019)

Dibintangi sang aktor dan aktris berbakat tanah air, salah satu film horor Indonesia berjudul Makmum rupanya telah menuai kontroversi bahkan sejak awal perencanaan pengangkatan film adaptasi ini ke layar lebar.
Bukan tanpa alasan, mereka risi jikalau film ini justru akan menciptakan orang takut buat salat sendirian pada malam hari.
Meskipun begitu, akan tetapi penayangan film Makmum ini permanen berjalan sinkron dengan jadwal yang sudah direncanakan di awal yaitu pada 15 Agustus kemudian.
Menariknya, meskipun mendapat respon negatif menurut poly orang tapi kenyataannya film horor satu ini justru berhasil mencetak kesuksesan di industri film Malaysia lho.
tiga. Ruqyah: The Exorcism (2017)

Ruqyah: The Exorcism sebagai film berikutnya yang menuai relatif banyak kontroversi berdasarkan publik bahkan sebelum perilisan resminya pada bioskop, geng.
Banyak orang menilai kalau poster film Ruqyah ini sangat mirip dengan salah satu film Hollywood berjudul The Last Exorcism.
Bukan cuma itu saja, film yang disesuaikan berdasakan kisah konkret ini pula dianggap telah menjiplak jalan cerita menurut film Munafik yg merupakan produksi berasal Malaysia.
Telah mendapat cukup poly respon negatif dari masyarakat luas, sayangnya film mengenai kesurupan setan satu ini nggak relatif laris pada pasaran.
Di situs IMDb sendiri film Ruqyah ini hanya menerima rating sebesar tiga.8 berdasarkan 10.
4. Benyamin Biang Kerok (2018)

Film Benyamin Biang Kerok rupanya telah menuai banyak kontroversi semenjak awal-awal masa produksinya nih, geng.
Hal tersebut dipicu oleh pemilihan aktor Reza Rahadian yg didapuk untuk memerankan sosok Benyamin Sueb di pada film.
Nggak berhenti hingga di situ, hal kontroversial lainnya terus menyelimuti film menggunakan genre komedi satu ini bahkan sampai penayangannya pada layar bioskop.
Tim produksi film Benyamin Biang Kerok (2018) rupanya dituntut oleh Syamsul Fuad selaku penulis naskah orisinil film Benyamin Biang Kerok pada tahun 1972.
Syamsul melayangkan gugatan atas pelanggaran copyright dan menuntut ganti rugi sebesar Rp1 Miliar dan royalti penjualan tiket senilai Rp1000/tiket.
Apesnya lagi, film Benyamin Biang Kerok ini sayangnya kurang laris di pasaran dan bahkan di hari pertama penayangannya pada 1 Maret 2018 silam hanya mampu meraih 82 ribu penonton saja.
lima. The Santri (2019)
Setelah trailer resminya dirilis pada halaman YouTube pada 9 September lalu, film horor berjudul The Santri rupanya justru menuai kontroversi dari para penontonnya.
Film yang dibintangi oleh Wirda Mansur, Guz Azmi, & Veve Zulfikar tadi dipercaya nir merepresentasikan kehidupan santri sebenarnya.
Bukan hanya lantaran ceritanya saja yang tidak sinkron, kontroversi film The Santri ini jua nggak tanggal dari nama Livi Zheng yang berperan menjadi pengarah adegan dari film ini.
Sosok Livi Zheng yang sangat kontroversial & menjadi bahan perbincangan banyak orang semakin menciptakan film The Santri menuai komentar-komentar pedas netizen.
6. Soekarno (2013)

Mengangkat kisah galat satu tokoh legendaris Indonesia, siapa sangka jika ternyata film Soekarno justru menuai kontroversi sebelum perilisannya.
Hal itu terjadi selesainya adanya disparitas pendapat antara oleh sutradara, Hanung Bramantyo, dengan Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) yg diwakili sang Rachmawati Soekarno Putri.
Perbedaan pendapat yg terjadi pada antara keduanya tadi terkait latar belakang cerita dan pemilihan aktor yang memerankan tokoh Bung Karno.
Hanung yg ingin memfokuskan cerita dalam peristiwa Kemerdekaan Republik Indonesia, berbanding terbalik menggunakan Rachmawati yg justru menginginkan bila latar belakang cerita difokuskan pada masa terakhir Bung Karno (pasca G30S PKI sampai akhir hayat).
Nggak cuma itu saja, Rachmawati jua menilai jika aktor Anjasmara lebih cocok buat memerankan tokoh Bung Karno di pada film daripada Ario Bayu.
Meskipun sempat molor pada waktu yg tidak mengecewakan usang, akan tetapi akhirnya film Soekarno resmi ditayangkan di layar bioskop pada 11 Desember 2013 kemudian lengkap menggunakan aktor Ario Bayu sebagai tokoh utamanya.
7. Dilan 1990 (2018)
Diangkatnya cerita novel Dilan 1990 ke layar lebar tentu sebagai momen yg paling dinantikan-tunggu sang para penggemar karya-karya Pidi Baiq di mana pun mereka berada.
Sayangnya, pemilihan aktor Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan sebagai pemeran utama film Dilan 1990 ini sedikit banyak mengakibatkan kontroversi.
Nggak sedikit penggemar novel Dilan 1990 yang kecewa lantaran merasa bahwa Iqbaal terlalu muda dan kurang cocok dengan penggambaran karakter Dilan.
Bahkan saking kecewanya menggunakan keputusan tadi, banyak orang yg mengancam nggak akan menonton film Dilan 1990 pada bioskop.
Meskipun begitu, akan tetapi pihak Falcon Pictures selaku rumah produksi tetap merilis film tadi dalam 25 Januari 2018 lalu.
Menariknya, film ini justru diminati oleh banyak orang dan bahkan berhasil menembus nomor 6.Dua juta penonton selama penayangannya di bioskop.
Akhir Kata
Nah, itulah tadi beberapa film Indonesia yang menuai cukup poly kontroversi sebelum perilisan resminya di layar bioskop, geng.
Meskipun begitu, akan tetapi beberapa film di atas berhasil menunjukan kesuksesannya menggunakan meraih jumlah penonton yg cukup banyak.
Comments
Post a Comment