Bombshell Kuak Skandal Fox News Di Era MeToo
Salah satu kisah paling populer pada era MeToo sekarang mampu disaksikan di layar akbar lewat film berjudul Bombshell. Film yg mengisahkan kejatuhan bos Fox News, Roger Ailes gara-gara tuduhan pemerkosaan yang diarahkan kepadanya di tahun 2016 ini dibintangi oleh trio Charlize Theron, Nicole Kidman, dan Margot Robbie.
Meski sudah terdapat sebelumnya film menggunakan tema serupa lewat The Loudest Voice pada Showtime, Bombshell menawarkan sudut pandang yg sama sekali tidak selaras dan tentu saja, memfokuskan dirinya hanya dalam para perempuan pada Fox News. Lebih tepatnya, oleh mantan pembawa program prominen, Megyn Kelly (Charlize Theron). Meski pada kenyataannya Gretchen Carlson (Nicole Kidman) lah yang sebagai penuduh pertama. Seperti apa?
BACA JUGA
- 10 Game Horor Offline Terbaik buat Main pada HP Android, Bukan Buat Para Penakut!
- 15 Game Hantu Paling Seram pada Dunia Terbaik Android 2019
- 10 Meme Black Panther dan T'Challa yg Bikin Ngomong, Sultan Mah BEBAS!
- 10 Foto Selfie Menyeramkan Bersama Hantu Nyata
War on Women

Film dibuka menggunakan sesi wawancara Kelly dengan Donald Trump dalam ketika debat Republican pada tahun 2015. Wawancara panas yang terkenal menjadi sesi War on Women ini seolah-olah ingin mengingatkan penonton bahwa, meski film ini menelanjangi Ailes, beliau bukanlah satu-satunya. Ailes adalah bagian dari sebuah kultur misoginisme yg mengakar & dilakukan oleh banyak laki-laki berkuasa lain.
Lewat kacamata Kelly, penonton dibawa ke pada lebih jelasnya apa-apa saja yang terjadi di pada Fox pada waktu sebelum, diantara & sehabis Carlson melayangkan surat tuntutan pada Ailes. Gerakan MeToo yang kini telah mendunia, ternyata tidak mempunyai awal yang mulus. Hal ini dirasakan eksklusif oleh Carlson.
Baik Kelly, Kayla Pospisil (Margot Robbie) & karyawan perempuan Fox yang lain, terbagi dua dalam menghadapi problem ini. Apakah mereka akan turut buka suara atas nama moral, atau bungkam buat mempertahankan karir masing-masing?
Pertanyaan itu lebih berkecamuk lagi di hati Kayla yg penggambaran pelecehan seksualnya paling eksplisit pada film Bombshell, sampai-sampai penulis tidak sanggup buat melihatnya. Begitu pula adegan flashback yang menampilkan pemerkosaan secara verbal yang dialami oleh wartawan Rudi Bakhtiar (Nazanin Boniadi) yang sebagai perempuan pertama yg melayangkan tuntutan dalam Fox News di tahun 2006. Sungguh sebuah adegan yang menggetarkan.
MeToo Movement

Selain pesan moral MeToo dan dialog-dialog bertenaga, Bombshell jua menunjukkan seluk-beluk dunia news broadcasting Amerika yang sangat menarik untuk disimak. Perjuangan para kru dan pembawa program dibalik persona mereka yang well and composed ternyata diraih menggunakan kerja keras & tak sporadis, tantangan menghadapi majemuk pelecehan.
Penampilan trio Theron, Kidman & Robbie sangat meyakinkan. Bukan hanya lantaran penampilan mereka yg dibuat sangat seperti dengan tokoh-tokoh aslinya saja, tapi jua pendalaman karakter yg sanggup memberikan dimensi tidak selaras kepada orang-orang yang hanya kita ketahui lewat nama dan sekelebat foto atau video saja.
Jujur, sebelum film ini saya tidak terlalu tahu siapa itu Megyn Kelly, akan tetapi kini majemuk artikel mengenai sang pembawa acara sebagai galat satu bahan bacaan yg relatif menarik buat digali. Yang menarik, meski nir sempurna (prostetik kadang tampak terlihat kurang natural), film tentang wanita di generasi awal MeToo ini dibentuk sang seseorang Sutradara pria, Jay Roach (Meet the Fockers, Austin Powers in Gold Member).
Dibantu sang penulis naskah Charles Randolph, yg kolaborasinya dengan Adam McKay mengakibatkan penghargaan Academy Awards/Oscars buat film The Big Short, Jay Roach menggodok Bombshell sebagai tontonan yang tidak hanya dibintangi para diva Hollywood terbaru, tapi juga membicarakan pesannya menggunakan simpatik dan elegan.
Hingga berita ini diturunkan, Bombshell masih belum mempunyai jadwal tayang, tetapi pantau terus akun twitter penulis, VeryLuckyLady88 buat informasi film terkini.
Comments
Post a Comment