Review Film Cats 2019
Setiap tahun, terdapat film-film musikal jagoan yang isinya lagu seluruh dan aktor-aktris menyanyi sepanjang film. Bisa menurut cerita original misalnya La La Land (2016) & A Star is Born (2018), tentang sejarah yg dimodifikasi misalnya The Greatest Showman (2017) atau diangkat dari anjung Broadway.
Film musikal umumnya akan bisa nominasi Oscar karena lagunya dan lantaran aktor-aktrisnya wajib ekstra keras buat akting & harus bisa menyanyi menari sekaligus.
Khusus Broadway, sudah lihat Mamma Mia! (2008), Les Miserables (2012) atau yang agak klasik Dreamgirls (2006). Tahun ini, kandidatnya adalah Cats (2019).
BACA JUGA
- Review Film On Your Wedding Day: Bukan Sekadar CLBK
- Review Film The Predator: Sadisnya Manusia Jadi Mangsa Perburuan Alien
- Review Film Aruna dan Lidahnya: Laper Baper Liat Cinta Makan Melulu
Kucing-Kucing Jellicles
Film dibuka menggunakan seekor anak kucing dibuang oleh pemiliknya pada tengah jalan. Namanya Victoria. Victoria diturunkan pada jalanan London dan eksklusif dikenalkan ke sekelompok kucing jalanan, kucing-kucing Jellicles.
Victoria dibuang pada malam yang sempurna. Malam itu, terdapat malam inisiasi di mana kucing Jellicle terpilih akan direinkernasi ke Heaviside Layer buat terlahir kembali menjadi kucing baru yang lucu.
Untuk bisa terpilih menuju Heaviside layer, kucing-kucing Jellicles harus menyanyi di depan juri primer, Old Deutronomy. Kucng ini sudah tua sekali seluruh kucing lainnya menganggap beliau telah berumur 99 tahun. Oleh karenanya, dia dituakan.
Kandidat yg ingin menuju Heaviside layer termasuk Jennyanydots, kucing betina rumahan yang terlalu dimanja pemiliknya. Bustopher Jones seekor kucing jalanan tapi rapih & gemar makan. Skimbleshanks kucing di stasiun kereta yg jago menari tap.
Ada juga Rum Tum Tugger kucing jantan super seksi dan super bandel, Gus kucing tua yg tadinya adalah aktor pertunjukan dan si dursila Macavity yg mampu memindahkan saingannya ke sungai di London.
Tetapi, ada pula Grizzabelle kucing yg tadinya seekor bintang lalu diperdaya Macavity dan sekarang sebagai kucing yg buruk sekali.
Semuanya berlomba agar dapat menjadi yg terpilih menuju Heaviside Layer.
Seluruh Penyanyi Terkenal Muncul
OK. Di mana Jaka harus memulai ngomongin film ini? Jaka nonton menggunakan pacar Jaka yang merupakan orang teater & penyanyi dan sudah mengeluarkan single. Dia menikmati film ini. Jaka?
Kita mulai dulu deh menggunakan keadaan kucingnya. Jaka udah nonton Cats versi Broadway di suatu kesempatan. Dan jikalau versi Broadway, tentu saja mereka pakai busana kucing yang berbulu dan berat.
Di film ini, mereka memakai CGI dan wajib Jaka akui menjadi kucing mereka terlihat lucu. Beberapa aktor-aktris-penyanyi terlihat blend dengan CGI-nya. Tapi, taaaaaaaapi pada beberapa kesempatan terlihat menakutkan. Beberapa kucing menggunakan baju bulu buat menutupi tubuh mereka. Begitu buka baju, jadi terlihat seseram itu.
Dan Jaka mulai ngeh pada pertengahan film, jikalau shot menurut jauh maka kaki kucing-kucing ini enggak napak ke tanah. Keliatan deh CGI-nya. Bahkan Jaka sembari ngetik artikel ini baru baca liputan bahwa sutradaranya baru saja menyelesaikan pulang editan CGI-nya, dua hari setelah filmnya dirilis di Amerika.
Kalau soal aktor-aktrisnya enggak Jaka ragukan. Secara akting mereka semua bagus. Bener-bener kucing dan mampu menerjemahkan bahasa tubuh kucing sambil berekspresi & nyanyi.
Kita mulai dengan si serba bisa Taylor Swift, Jason Derulo, si Oom Carpool Karaoke James Corden, terdapat Oscar winner Jeniffer Hudson yang baaaaaaaaaaaaaaaaaagus banget, Idris Elba, Judi Dench & masih banyak lagi. Ating & nyanyinya super bagus.
Secara penyutradaraan pula OK sih, akan tetapi Jaka rada keganggu sama beberapa adegan yang pengambilannya agak bergetar. Jaka jadi teknikal banget ya. Tapi ya gitu, beberapa adegan terutama yg mengumpulkan semua kucing OK, dan beberapa enggak.
Akhir Kata
Jaka suka banget sama musikal. Sesuka itu. Biasanya pergi menurut nonton film musikal, Jaka akan menyanyikan lagu-lagu di film itu. Yang ini, Jaka cuma tau 1 lagu aja. Tapi, bukan berarti film ini enggak layak ditonton.
Filmnya rilis di Indonesia dalam lepas 27 Desember 2019 di bioskop kesayangan. Buat yg penasaran banget, Jaka sertakan trailer-nya di bawah ini!
Comments
Post a Comment