7 Perusahaan Teknologi China Ini Tiba-Tiba Di-blacklist Amerika Serikat Ada Apa?
Setelah sebelumnya pernah sebagai sorotan lantaran sudah memasukkan Huawei ke pada daftar hitam perdagangan, sekarang pemerintah AS kabarnya kembali mem-blacklist sejumlah perusahaan teknologi asal China.
Bukan karena kasus perang dagang yang sebelumnya pernah terjadi, melainkan karena perusahaan-perusahaan teknologi ini diduga sudah terlibat pada penindasan Muslim Uyghur dan etnis minoritas Muslim lainnya yang tinggal pada China.
Dari 28 perusahaan China yg di-blacklist sang AS, rupanya ada beberapa di antaranya yg adalah perusahaan teknologi.
DAFTAR ISI
- Perusahaan Teknologi China yg Di-blacklist AS
- Dahua Technology
- HikVision
- iFLYTEK
- Megvii Technology
- SenseTime
- Xiamen Meiya Pico Information
- Yitu Technology
Perusahaan Teknologi China yg Di-blacklist Alaihi Salam
Tidak lagi bisa menoleransi penindasan brutal atas etnis minoritas Muslim di China, berikut merupakan beberapa perusahaan teknologi yang di-blacklist oleh pemerintah AS.
1. Dahua Technology
Perusahaan teknologi dari China pertama yang pada-blacklist oleh pemerintah AS adalah Dahua Technology yg didirikan pada tahun 2001 silam.
Dahua Technology sendiri adalah perusahaan penyedia produk dan layanan supervisi video di mana layanannya telah digunakan di lebih menurut 180 negara & wilayah.
Bukan sekadar perusahaan teknologi biasa, Dahua Technology bahkan menempati peringkat ke-dua pada pasar peralatan pengawas video global dari laporan IHS sejak tahun 2014 silam.
Akibat dugaan keterlibatan penindasan etnis minoritas Muslim pada China tersebut, Dauhan Technology tidak boleh membeli komponen berdasarkan perusahaan teknologi AS tanpa persetujuan pemerintah.
2. HikVision

Bergerak di bidang yg sama menggunakan perusahaan sebelumnya, HikVision adalah keliru perusahaan penyedia produk pengawasan video (CCTV) terbesar pada dunia yg berbasis pada Hangzhou, China.
Didirikan dari tahun 2001 silam, HikVision menyediakan produk supervisi video ke pasar global melalui lebih berdasarkan 2.400 kawan yg beredar pada 155 negara & daerah.
HikVision sendiri diketahui telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan Alaihi Salam misalnya Nvidia, Ambarella, Western Digital, & Seagates sebagai penyuplai komponennya.
tiga. IFLYTEK

Didirikan dari tahun 20 tahun kemudian atau tepatnya pada tahun 1999, iFLYTEK merupakan perusahaan teknologi informasi dari China yang menghasilkan software pengenal suara.
Bukan hanya itu saja, perusahaan ini jua menghasilkan produk internet atau selular berbasis suara yang mencakup industri pendidikan, komunikasi, musik, dan mainan cerdas alias robotika.
Perusahaan iFLYTEK sendiri sudah terdaftar di Bursa Efek Shenzen (Shenzen Stock Exchange) menggunakan kapitalisasi pasar sebanyak 25 miliar yuan.
4. Megvii Technology

Perusahaan teknologi berasal China berikutnya yg terkena blacklist oleh pemerintah AS merupakan Megvii Technology.
Magvii Technolgy merupakan perusahaan yg merancang aplikasi pengenalan gambar & deep-learning yang berbasis pada Beijing, China.
Mengembangkan teknologi kecerdasan protesis (AI) buat usaha dan sektor publik, galat satu produk besutannya yang paling dikenal merupakan pelaksanaan pendeteksi paras bernama Face++.
Perusahaan Megvii Technology sendiri pada-blacklist pemerintah Alaihi Salam sesudah kode Face++ miliknya di temukan di aplikasi supervisi polisi yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai komunitas Uyghur pada Xianjiang.
5. SenseTime

Didirikan semenjak Oktober 2014 kemudian, SenseTime adalah perusahaan startup yg berfokus di bidang kecerdasan protesis (AI).
Teknologi yg dikembangkannya bisa mengidentifikasi individu & menganalisis bukti diri seseorang memakai kamera.
SenseTime sendiri didirikan pada Hong Kong menggunakan tempat kerja yang beredar pada China, Singapura, Jepang, dan Amerika Serikat.
Meskipun masih termasuk perusahaan rintisan, namun SenseTime menjadi galat satu startup yg mempunyai nilai valuasi tertinggi yaitu $7 miliar.
6. Xiamen Meiya Pico Information

Didirikan dalam tahun 1999 silam, Xiamen Meiya Pico Information merupakan perusahaan China ahli forensik digital yg menyediakan solusi dan layanan buat penegak hukum dan organisasi pemerintah pada semua dunia.
Produk utama perusahaan ini merupakan perlatan pemerolehan data elektronika, sistem analisis data elektronik, peralatan penghancuran data, dan masih poly lagi.
Hingga waktu ini, Xiamen Meiya Pico Information memiliki lebih menurut 1600 karyawan & 24 tempat kerja cabang di China untuk menyediakan layanan yg memuaskan dan real-time.
Xiamen Meiya Pico Information mempunyai lebih berdasarkan 40% pasar forensik digital dan memiliki klien berdasarkan berbagai negara seperti Hong Kong, Malaysia, Korea, Indonesia, Singapura, dll.
7. Yitu Technology
Perusahaan teknologi asal China berikutnya yg terkena blacklist menurut pemerintah Alaihi Salam yaitu Yitu Technology yg sudah berdiri dari tahun 2012 lalu.
Yitu Technology adalah perusahaan kecerdasan protesis (AI) yg merintis dalam penelitian & penemuan kecerdasan buatan buat menciptakan global yg lebih kondusif, lebih cepat, dan lebih cerdas.
Perusahaan ini mengklaim bahwa platform sosialisasi paras yg dikembangkannya mampu mengidentifikasi lebih berdasarkan satu miliar wajah dalam satu dtk.
Akhir Kata
Nah, itulah tadi beberapa perusahaan teknologi asal China selain Huawei yg ikut terkena blacklist oleh pemerintah Alaihi Salam.
Langkah ini sendiri diambil lantaran perusahaan-perusahaan tersebut dipercaya sudah melanggar HAM para etnis minoritas muslim pada China.
Comments
Post a Comment