Review Film Abominable 2019
Kartun sekarang berlandaskan kecanggihan personal komputer & gambarnya indah-bagus. Coba diinget-inget, kapan terakhir kali nonton kartun menggunakan gambar tradisional? Sudah sporadis kan?
Jaka inget menonton film kartun ketika jaman CGI semakin sophisticated, terpana menggunakan detail kartunnya. Misalnya, salah satu kartun menitik beratkan karakternya dengan memiliki rambut yg digambar satu helai per satu helai. Jadi, kalau ketiup angin, terlihat nyata terpampang adanya.
Termasuk yang baru Jaka tonton nih, Abominable (2019) keluaran Dreamworks, yang sukses mengeluarkan Shrek, Despicable Me dan Minion.
Yi dan Everest

Yi adalah seseorang remaja yang tinggal pada China. Dia baru saja ditinggal Ayahnya yang mangkat . Sepanjang hari, ia menghindari mak & neneknya dengan bekerja sambilan. Anaknya masih nir senang menggunakan kenyataan bahwa dia sudah tidak punya sosok Ayah yang sanggup diandalkannya.
Karena sedang libur sekolah, Yi menentukan buat berada di luar tempat tinggal terus. Semenjak bangun tidur hingga mau tidur lagi. Pokoknya, enggak mau di rumah, enggak mau ketemu bunda dan neneknya.
Suatu waktu Yi sedang berlatih biola pada atap apartemennya. Tak disangka, ada yeti yg sedang nangkring. Yi kaget. Tapi jangan takut, yeti-nya bersahabat kok. Baik banget malah, dan sayang dengan Yi.
Ternyata Yeti ini kabur menurut laboratorium & sedang dikejar pemilik lab-nya. Mau dijadikan bahan pertunjukkan. Yi pun bertekad memulangkan yeti ini ke habitatnya. Di Gunung Everest. Berhasilkah Yi?
Pemandangan China yang Indah
Yang Jaka kagumi, pemandangan di China sanggup dibuat sebegitu bagusnya di pada film ini. Animasinya indah sekali menangkap pemandangan-pemandangan. Sebegitu smooth dan terlihat warnanya amat sangat majemuk.
Kalau buat jalan cerita, Jaka inggih-inggih aja. Ceritanya menghibur dan cukup gampang ditebak. Tipikal kartun pokoknya. Yang asyik adalah, ada satu jalan cerita yang tertebak sih bakal kejadian, namun sepanjang film sempat terlupakan kemudian diingatkan kembali di akhir. Lumayan membuat bahagia.
Jaka jua senang bahwa perwakilan Asia pulang ada di sini sebagai akibatnya macan Asia terlihat OK pada mata dunia. Dan ada soundtrack yg OK. Buat yg senang Coldplay, bakal bahagia mendengarkan lagunya, namun dibentuk lebih menampilkan bunyi Asia.
Akhir Kata
Filmnya buat semua umur dan nir terdapat adegan yg akan sebagai perhatian lebih buat anak-anak. Amanlah. Filmnya akan rilis tanggal 4 Oktober 2019 dan mampu jadi alternative buat akhir minggu sama keponakan, adik-saudara termuda atau anak.
Buat yg penasaran banget, Jaka sertakan trailer-nya di bawah ini!
Comments
Post a Comment