7 Kontroversi PUBG Paling Heboh di Dunia Sampai ke Jalur Hukum!
Apakah kamu suka bermain game PUBG? Tahukah kamu bahwa game ini mempunyai poly kasus sebagai akibatnya jadi kontroversi?
PUBG adalah sebuah game yang dimainkan sang banyak orang dan mempunyai popularitas meluas. Hanya dalam ketika singkat, game ini menjadi sangat populer dan mampu sebagai favorit poly orang.
Walaupun seru, ternyata PUBG memiliki sejumlah kontroversi yg menjadi masalah dan berdampak jelek bagi permainan. Mulai menurut aksi menuntut sampai perkara cheater.
>Berikut adalah kontroversi PUBG selengkapnya yg menarik buat kamu simak. Yuk, cek selengkapnya berikut ini!
DAFTAR ISI
- Kontroversi PUBG Paling Heboh pada Dunia
- Miramar
- Streamer Destiny
- Bluehole Tuntut Epic Games
- Microtransaction
- Sanhok Event Pass
- Shroud Kena Banned
- Versi Xbox One Bermasalah
Kontroversi PUBG Paling Heboh di Dunia
PlayerUnknown's Battlegrounds atau PUBG adalah sebuah game battle royale yang sangat terkenal dan mendunia pada masanya. Game ini dikembangkan oleh PUBG Corporation dan rilis dalam 2017.
Setelah meledak dan sebagai viral pada global game, PUBG pun dirilis pulang pada versi mobile buat Android & iOS pada 2018. Lalu, game ini dibuat pada versi Xbox One.
PUBG bahkan menerima 1 juta pemain dalam 2018 dan mendapat sejumlah penghargaan bergengsi dari sejumlah Awards misalnya 35th Golden Joystick Awards, The Game Awards 2017, & lainnya.
Walau memiliki banyak hal positif pada PUBG, sayangnya ada sejumlah kontroversi yg menyelimuti game ini. Seperti kontroversi berikut:
1. Miramar
Pertama merupakan sebuah map yg memiliki konsep padang gurun, apalagi jikalau bukan Miramar. Map ini menjadi kontroversial menggunakan poly pemain yang membencinya.
Bahkan, saking banyaknya pemain yang gak senang dengan Miramar, terdapat yang menghapus data map Miramar menurut game directory. Hal ini dilakukan agar pemain gak akan mendapat map ini ketika bermain.
Ya, Jaka pula sanggup mengakui bahwa map ini sangat tidak menyenangkan & memiliki ruang kosong yang sangat luas. Serta nir ada lokasi buat bersembunyi yg baik.
2. Streamer Destiny
Selanjutnya merupakan kisah seorang streamer bernama Destiny yang melakukan live streaming PUBG pada Twitch.
Destiny menemukan sebuah rumah yg mengalami bug & memberitahuakn orang pada dalamnya.
Ia pun menerjang ke pada tempat tinggal itu buat berperang walaupun beliau tahu perbuatan itu merupakan bagian dari aksi curang. Tetapi, beliau tetap melakukannya.
Pihak PUBG pun melakukan aksi banned walaupun mengetahui aksi yang dilakukan oleh Destiny ditimbulkan karena game itu sendiri. Walau begitu, Destiny menerima hukuman yg diberikan.
tiga. Bluehole Tuntut Epic Games

PUBG dan Fortnite merupakan dua game battle royale ternama & sama-sama memiliki jumlah pemain yang poly. Tak mau usaha PUBG merosot dan pemainnya pindah, pihak Bluehole menuntut Fortnite.
Tuntutan ini dilakukan pada Januari 2018 pada Epic Games, hal ini tentunya dimanfaatkan untuk melindungi hak cipta PUBG Corp. Para pendukung Fortnite pun menjadi marah & mencaci tuntutan itu.
Lucunya, tuntutan ini hilang begitu saja tanpa alasan yang kentara. Di saat yang sama, Tencent menyuntikkan uang yang poly ke PUBG dan ada game PUBG Mobile.
4. Microtransaction

Salah satu hal yg paling dibenci pada sebuah game adalah fitur microtransaction atau pay to win.
Sebelum peluncuran resmi PUBG, Brendan Greene menjanjikan tidak akan terdapat sistem microtransaction.
Sayangnya, kemudian ada sebuah loot create yg sanggup didapatkan dengan membelinya dalam game. Hal ini termasuk pada bentuk microtransaction dan sebagai perbincangan hangat bagi pemainnya.
Piahk PUBG Corp pun berjanji lagi buat menanggapi hal loot create ini menggunakan memperbaiki gameplay yg lebih baik. Tetapi, nir terdapat hal yang signifikan hingga saat ini.
lima. Sanhok Event Pass

Sanhok Event Pass merupakan sebuah event spesifik dalam game yg mengizinkan pemainnya buat menjalani misi unik buat menerima laba dalam game menggunakan membayar tiket masuknya.
Fitur ini telah dilakukan sang Fortnite yg bernama Battle Pass. Umumnya, pemain akan mendapat sejumlah item tetap dari event ini. Sanhok Event Pass ini cukup berbeda dan membuat pemainnya kesal.
Pemain yg ikut pada Sanhok Event Pass hanya menyediakan item unik selama event berlangsung. Setelah itu, semua item akan hilang secara otomatis. Hal ini pun sebagai kontroversi pada antara komunitas PUBG.
6. Shroud Kena Banned

Kamu suka menyaksikan pertandingan eSports profesional?
Tentu kenal menggunakan mantan pemain Cloud9 bernama Shroud, ya. Pemain ini sempat mengalami permainan yg relatif unik, yaitu mempunyai tim menggunakan anggota cheater.
Aksi curang yang dilakukan pun sangat ekstrem, yaitu memakai cheat kendaraan beroda empat terbang. Shroud secara tidak langsung terlibat dalam aksi cheating ini.
Sehingga hukumnya wajib dikenakan banned dalam akunnya. Namun, tidak terdapat yg memahami apakah akun Shroud sahih-sahih terkena banned atau tidak.
7. Versi Xbox One Bermasalah

Terakhir adalah kontroversi PUBG yang diluncurkan buat Xbox One menggunakan sejumlah masalah serius. Pasalnya, game ini mengalami frame rate drop yang parah dan grafis mengecewakan.
Sama misalnya PUBG buat PC, meningkatkan secara optimal game yg sangat buruk juga terulang di versi Xbox One ini. PUBG Corp berjanji melakukan sejumlah meningkatkan secara optimal buat versi Xbox One.
Namun, hasilnya tidak sebaik versi PC & mobile yang memiliki optimasi paling baik.
Akhir Kata
Itu dia sejumlah kontroversi PUBG yang sempat terjadi. Selain itu banyak masalah lainnya yg nir Jaka sebutkan. Kamu punya cerita kontroversi PUBG lainnya?
Tuliskan pendapat kamu di kolom komentar, ya. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya!
Comments
Post a Comment