Kutukan Turnamen The International Dota2 Berhasil Dipatahkan Nggak Nyangka!
Apakah kamu adalah seorang penggemar fanatik game MOBA paling populer di global, Dota 2?
Kalau iya, bagaimana perasaanmu waktu OG berhasil memenangkan turnamen The International 2019 kemarin, geng?
OG tahun ini balik menjuarai The International setelah tahun sebelumnya meraih gelar kampiun pula. Kabarnya, sih, mereka berhasil memecahkan kutukan yang ada pada turnamen prestisius ini.
Kutukan misalnya apa yang berhasil dipatahkan sang OG? Daripada engkau makin bertanya-tanya, mending pribadi simak saja artikel Jaka berikut ini.
DAFTAR ISI
- Profil Singkat OG
- Kutukan Turnamen The International yang Berhasil Dipatahkan sang OG
Profil Singkat OG
OG merupakan sebuah tim eSports yang dulunya bernama (monkey) Business. Roster unggulan OG saat awal dibuat merupakan N0tail & Fly, duo terbaik di Dota dua sekaligus sahabat dekat.
Meskipun tim ini baru dibuat dalam tahun 2015 kemudian, tetapi prestasinya nggak main-main, lho. Mereka berhasil mengalahkan juara TI5, Evil Geniuses, dan menjuarai Frankfurt Major 2015.
OG mempunyai rekor yg baik saat awal bertanding di TI6. Sayangnya, mereka nggak sanggup mempertahankan performa mereka di babak selanjutnya sebagai akibatnya harus gugur.
Sedihnya lagi, 3 dari anggota OG eksklusif meninggalkan tim tersebut menggunakan menyisakan dua pemain saja, yaitu N0tail & Fly. Ketiga orang tadi lalu digantikan oleh Ana, JerAx, & s4.
Cobaan pulang tiba saat mereka akan bertanding di TI8. OG yg sedang kesulitan karena Ana perlop, kini harus kehilangan s4 & Fly yg pindah ke Evil Geniuses.
Roster OG waktu itu tersisa N0tail, JerAx, dan pula Ceb. Ceb sendiri merupakan mantan instruktur tim OG yg beralih menjadi galat satu pemain.
OG lalu merekrut Ana kembali dan juga Topson untuk melengkapi roster mereka. Nggak main-main, mereka berlima pribadi menjuarai The International 2018, geng. Luar biasa banget, deh!
Kini, roster OG beranggotakan 5 pemain yaitu N0tail sebagai kapten, JerAx, Ceb, Ana, & pula Topson. Roster ini belum berubah sejak TI8 hingga TI9 kemarin.
Kutukan Turnamen The International yang Berhasil Dipatahkan oleh OG

The International adalah turnamen yg diikuti sang tim-tim eSports Dota terbaik dari semua dunia. Peserta TI masing-masing mewakili region mereka masing-masing.
Terdapat 6 region yang ada di Dota dua, yaitu Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, China, Asia Tenggara, & Commonwealth of Independent States (Eks Uni Soviet).
Tim-tim menurut negara Eropa & China mendominasi sebagai kampiun turnamen The International semenjak pertama kali diadakan tahun 2011.
Terdapat sebuah pola yang terbentuk dari daftar kampiun turnamen The International 2011 sampai The International 2017. Pola tadi menciptakan para fans Dota dua percaya mengenai sebuah "kutukan".
Kutukan tadi bukanlah hal mengerikan seperti yang kamu bayangkan, geng. Kutukan pertama adalah nggak ada tim yg bisa menjuarai The International 2 kali.
Kutukan ke 2 adalah pola yg akan menentukan siapakah pemenang The International pada tahun itu. Di tahun ganjil , tim barat akan selalu menang. Sedangkan di tahun genap, tim berasal China yg akan menang.
Kutukan kedua bukannya nggak berdasar, geng. Berdasarkan daftar pemenang TI, tahun ganjil memang selalu dimenangkan oleh tim dari barat, begitupun kebalikannya.

Dari dua kutukan atau agama tadi, nggak terdapat yang menyangka jikalau OG bakal menjuarai The International 2018 (TI8) dan 2019 (TI9).
Pasalnya, OG wajib menghadapi PSG.LGD berdasarkan China pada babak final. Berdasarkan kutukan, PSG.LGD lah yg diprediksikan bakal memenangkan kompetisi ini.
Yang terjadi malah sebaliknya, geng. OG berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan skor tiga - dua & menjadi kampiun TI8.
Pada tahun ini, para fans Dota dua pula nggak menyangka jika OG bakal memenangkan ajang TI9 sesudah memenangkan turnamen ini di tahun sebelumnya.
Pasalnya, kutukan pertama mengungkapkan jikalau nggak akan ada tim yg bisa menjuarai turnamen ini sebesar 2 kali. Kenyataannya malah tidak sama, geng.
Kedua tim yang bertanding di Grand Final merupakan mantan-mantan juara The International. Liquid adalah kampiun TI7, sedangkan OG baru saja menjuarai TI8.
OG akhirnya keluar sebagai kampiun The International 2019 setelah berhasil mengalahkan Liquid pada babak Grand Final dengan skor 3 -1.
Kemenangan tersebut menjadikan OG menjadi tim yg bisa mematahkan 2 kutukan The International pada 2 tahun berturut-turut.
Akhir Kata
Demikian artikel Jaka mengenai kutukan turnamen The International Dota 2 yang berhasil dipatahkan sang OG. Semoga artikel ini bisa menghibur dan menambah wawasanmu ya, geng.
Sampai jumpa di artikel Jaka selanjutnya!
Comments
Post a Comment