Dilema Aktor Menua Di Once Upon A Time In Hollywood

Film ke-9 Quentin Tarantino ini digadang-gadang bakal menjadi keliru satu maha karya yang tidak hanya elegan menurut segi tampilan, tapi pula menawarkan shocking factor pada akhir film.

Banyak orang yang menantikan film ke-9 Quentin Tarantino ini (hitung Kill Bill sebagai satu film dan lupakan Four Rooms). Sejak mentahbiskan bila dirinya akan pensiun sesudah film ke-10, orang semakin dibuat bertanya-tanya dan tergerak buat menonton kisah yg diangkat dan dimodifikasi dari perkara Charles Manson tadi.

Ian Freer menurut Empire menyebut Once Upon A Time In Hollywood (OUATIH) menjadi film Tarantino yang paling nir pamer & lebih dewasa. Wendy Ide berdasarkan The Guardian menyebut OUATIH sebagai surat cinta Tarantino buat Hollywood era 1960an, ad interim itu Joe Morgenstern dari Wall Street Journal menulis jika OUATIH menciptakan penontonnya gembira, membius & menggoda. Lalu, misalnya apa filmnya?

BACA JUGA
  • Nungguin Infinity War, Begini Kalau Avengers apabila Jadi Dewa Yunani
  • GOKZ! 15 Foto Karya Desainer yg Bikin Kamu Gagal Paham
  • 10 Meme Black Panther & T'Challa yg Bikin Ngomong, Sultan Mah BEBAS!

Aktor Yang Menua

Pitt DiCaprio 113e0

Kesuksesan di Hollywood populer memiliki batas kadaluarsa. Perfilman adalah sebuah industri yg selalu haus akan bintang-bintang baru yg kekinian setiap tahunnya. Aktor kawakan Rick Dalton (Leonardo DiCaprio) mengetahui hal ini, namun itu bukan berarti ia siap menghadapi sisi senja berdasarkan kelangsungan karirnya.

Menginjak tahun 1969, mantan pemeran utama film dan serial TV western ini mulai mengalami penurunan posisi. Yang tadinya selalu menjadi bintang, kini hanya menjadi bintang tamu dalam beberapa show baru dan tidak jarang dijadikan tokoh penjahat yang akan selalu dikalahkan oleh bintang baru yg diposisikan menjadi pengganti dirinya pada mata penonton.

Dalton yg matanya berkaca-kaca sesudah nasibnya dituturkan menggunakan gamblang oleh seseorang produser, menyembunyikan kesedihannya dibalik kacamata milik oleh teman sekaligus pemeran penggantinya Cliff Booth (Brad Pitt). Persahabatan mereka merupakan satu-satunya yg kontinu di global penuh ketidakpastian ini.

Ketakutan akan tidak lagi dianggap kekinian, tidak lagi mendapat panggilan syuting adalah sesuatu yang sebagai momok bagi seluruh orang yg bekerja di industri perfilman. Dan bisa jadi bahkan seseorang Tarantino pun tidak imun terhadap hal ini. Apakah OUATIH adalah citra isi hati Tarantino?

Deadly Slow Burn

Sharon Tate 859d8

OUATIH termasuk film yang slow burn. Setengah jalan lebih difokuskan pada kondisi menua Dalton & hubungannya dengan Booth. Beberapa orang mungkin akan bosan atau tertidur di bagian ini, beberapa orang lagi akan merasa sangat terhibur & terkesima menggunakan penggambaran Hollywood jadul yang seksama dan enak dicermati.

Akting aktor aktrisnya luar biasa. DiCaprio & Pitt sudah nir perlu diragukan lagi. Penggambaran Sharon Tate (tetangga Dalton pada Cielo Drive) oleh Margot Robbie terasa berkesan, meski nir diberi screen time yg poly. Bahkan peran Pussycat yang ditampilkan menggunakan apik oleh Margaret Qually pula cukup menyita perhatian penonton.

Kenapa luar biasa? Lantaran pada film ini, Qually wajib menyebarkan perhatian penonton menggunakan serangkaian nama-nama besar misalnya Al Pacino, Luke Perry, Bruce Dern, Emile Hirsch, Timothy Olyphant, sampai Damien Lewis.

Percayalah alur cerita yg lambat di 1/2 film akan terbayarkan pada babak akhir film ini. Ada adegan-adegan yang tidak hanya lucu, akan tetapi juga brutal spesial Tarantino yang bakal membuat penontonnya merasa puas, dan semua kejadian-peristiwa mini pada awal film akan terasa wajar saat ending menjelang.

OUATIH telah tayang pada bioskop-bioskop terdekat di Indonesia. Apabila masih belum yakin juga, yuk tonton trailernya pada bawah ini!

Film Indu aksi bersejarah dengan subtitel Bahasa Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Nonton Film Promise (2017) Full Movie

Nonton Film Dimsum Martabak (2018)

7 Alasan Kenapa eSports Layak Dijadikan Ekstrakurikuler