5 Alasan Ini Memastikan Kematian Perlahan dari Apex Legends!
Apakah kamu suka bermain Apex Legends? Pernah merasa bosan saat bermain game ini?
Game battle royale memang sangat seru untuk dimainkan sendiri ataupun bersama teman. Salah satu game yang yang terbaru naik daun merupakan Apex Legends.
Semenjak pertama kali dirilis, Apex Legends eksklusif menjadi game yang trending di dunia dengan jumlah pemain yang sangat banyak dalam minggu pertama perilisannya.
Tetapi, game ini semakin usang menjadi sepi & seolah mengalami kemunduran, bahkan mampu mengancam nyawa Apex Legends itu sendiri karena beberapa alasan.
Apa saja sebab? Yuk, simak selengkapnya berikut ini!
DAFTAR ISI
- Alasan Apex Legends Gak Akan Bertahan Lama
- Efek Berkembang Terlalu Cepat
- Banyak Bug dan Crash
- Fitur Sosialisasi Kurang Baik
- Banyak Cheater
- Jarang Update Konten
Alasan Apex Legends Gak Akan Bertahan Lama
Apex Legends merupakan sebuah game fps yang berkonsep battle royale milik pengembang Respawn Entertainment dan diterbitkan sang Electronic Arts.
Sejak dirilis dalam 4 Februari 2019, game ini sebagai trending dan diunduh hingga 25 juta kali pada minggu pertama. Apex Legends juga mendapat ulasan yg positif dari para reviewer.
Tetapi, game ini nampak mengalami penurunan drastis belakangan ini. Dikutip menurut The Gamer, Apex Legends mengalami penurunan revenue alias pendapatan hingga 74% dalam bulan April.
Penurunan ini mampu dikatakan tidak wajar, mengapa? Pada bulan pertama sejak game ini dirilis, pendapatannya mencapai 92 juta USD atau Rp1,2 triliun.
Lalu, mengalami penurunan dalam 2 bulan selanjutnya secara monoton. Hingga pada April, pendapatan yang diraih hanya 24 juta USD atau Rp300 miliar.
apabila penurunan ini terus terjadi, maka kemungkinan Apex Legends akan bertemu menggunakan hari kematiannya. Menagapa tren Apex Legends sanggup terus menurun?
Simak sebab pada bawah ini:
1. Efek Berkembang Terlalu Cepat
Apex Legends menjadi galat satu game menggunakan pertumbuhan pemain yang sangat pesat, bahkan bisa sebagai galat satu game yang paling banyak didownload dalam minggu pertamanya.
Tetapi, hal ini berdampak negatif menggunakan banyaknya laporan tidak baik seperti bug mengganggu, adanya bisnis cheating, fitur yg kurang, & lainnya.
Lantaran laporan ini tiba bertubi-tubi pada pihak pengembang, maka Apex Legends nampak mengalami masalah pada memperbaiki gamenya sebagai lebih baik.
Hal ini pun membuat para pemain merasa terabaikan & mulai meninggalkan gamenya.
2. Banyak Bug & Crash

Semua game pasti memiliki bug atau error dalam sistem komputernya, sehingga membentuk berbagai hal yang tidak lumrah dalam game. Berhubung Apex Legends adalah game baru, maka kasus bug itu lumrah.
Selain bug, game ini seringkali mengalami crash sampai disconnected menggunakan server. Wajar saja, Apex Legends hingga kini mencatat adanya 50 juta pemain pada semua global.
Semakin poly orang yg bermain, maka server akan semakin berat dan menghasilkan aneka macam macam gangguan dalam koneksi atau game itu sendiri.
Hal ini yang membuat para pemain sebagai geram dan meninggalkan Apex Legends.
3. Fitur Sosialisasi Kurang Baik

Alasan lainnya merupakan fitur sosialisasi yang kurang baik dalam Apex Legends. Game online dasarnya mempunyai fitur buat bersosialisasi menggunakan baik, misalnya menambah sahabat baru.
Apex Legends ini memiliki fitur yang kurang baik buat menambah sahabat baru. Contohnya seperti menghubungi anggota tim selesainya permainan selesai.
Hal ini kurang menguntungkan bagi solo player atau para pemain baru yg ingin mencari teman baru di Apex Legends.
4. Banyak Cheater

Hal ini masih menyangkut pada pengembangan Apex Legends yg belum paripurna. Selain bug, masuk akal sebuah game yang baru rilis dilingkupi sang cheater.
Hingga waktu ini, terdapat seratus ribu lebih pemain yg diblokir menurut game karena melakukan permainan yang curang. Mengatasi pemain yg curang pada game membutuhkan saat.
Sedangkan, laporan cheat ini selalu didesak oleh para pemain. Hal ini menyebabkan kesan jelek buat para pengembang pada mengatasi laporan berdasarkan pemain.
lima. Jarang Update Konten

Alasan terakhir adalah konten baru yg sporadis diupdate dan fitur bermainnya kurang menarik, sehingga banyak yg bosan menggunakan game ini pada waktu singkat.
Kenapa pengembang Apex Legends tidak menaruh konten baru secara berkala?
Alasannya merupakan kesibukan mengatasi bug & cheating. Gak bisa dipungkiri, posisi Apex Legends waktu ini serba salah .
apabila fokus pada masalah update konten, maka perkara bug dan cheat akan terus mengganggu permainan, begitu pula kebalikannya.
Respawn sendiri mengatakan, ketika ini mereka fokus terhadap kualitas konten dibandingkan dengan menambah konten baru.
Akhir Kata
apabila Apex Legends terus mengalami penurunan jumlah pemain setiap harinya, maka tak dipungkiri lagi game ini akan mangkat secara perlahan.
Pihak pengembang harus memikirkan langkah yang lebih tepat lagi agar sanggup mempertahankan pemainnya. Bagaimana dari kamu, geng?
Tuliskan pendapat kamu di kolom komentar, ya. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya!
Comments
Post a Comment