Lidah Mertua Bisa Bantu Kurangi Polusi? Ini Teknologi yang Lebih Efektif!

Pemprov DKI Jakarta akan mensosialisasikan tanaman lidah mertua menjadi solusi terhadap polusi udara yg tidak baik di Jakarta. Apakah upaya tadi adalah langkah yang sempurna?

Beberapa hari yang kemudian, rakyat Indonesia sempat dikagetkan dengan data yg dirilis sang situs pemantau kualitas udara dari Swiss, AQ AirVisual.

Berdasarkan data tersebut, taraf polusi udara pada Jakarta merupakan yg tertinggi di global. Pemerintah pun segera mencari solusi untuk mengatasi perkara ini.

Mulai dari menurunkan hujan buatan, sampai pengenalan pada masyarakat buat menanam tanaman Lidah Mertua atau Sansevieria.

>Benar nggak, sih, pengecap mertua mempunyai manfaat buat mengurangi polusi?

DAFTAR ISI

  • Benarkah Lidah Mertua Dapat Mengurangi Polusi Udara?
  • Teknologi Efektif Lain yg Mampu Mengurangi Polusi
    • Mobil Listrik
    • Self-Driving Car
    • Smog Free Tower
    • BioSolar Leaf
    • CityTree

Benarkah Lidah Mertua Dapat Mengurangi Polusi Udara?

6 Eca86

Berdasarkan penelitian badan penerbangan dan antariksa Amerika Serikat, NASA, lidah mertua diketahui bisa menyerap racun pada udara misalnya benzene, xylene, trichlorethylene, dan formaldehyde.

Zat-zat tadi sangat berbahaya apabila dihirup sang tubuh. Salah satu imbas jangka panjang berdasarkan hubungan berkepanjangan menggunakan zat-zat berbahaya tersebut merupakan bisa mengakibatkan kanker.

Selain sanggup mengurangi polusi, pengecap mertua jua bisa membuat oksigen, geng. Oksigen yang dihasilkan pengecap mertua sanggup menciptakan kualitas udara lebih baik.

Sebuah penelitian berdasarkan Harvard University Extension menyatakan bahwa tumbuhan lidah mertua merupakan keliru satu tanaman hias yg paling banyak membentuk oksigen.

Lidah mertua akan menyerap karbon dioksida & menghasilkan oksigen dalam malam hari, sehingga udara sebagai lebih segar saat pagi hari.

Manfaat-manfaat tersebutlah yg sebagai keliru satu alasan mengapa pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta berencana buat mensosialisasikan & bahkan memberikan flora ini.

Pemprov DKI Jakarta berharap tanaman lidah mertua yg ditanam pada setiap rumah, bisa mengurangi polusi udara di Jakarta dengan signifikan.

Teknologi Efektif Lain yang Mampu Mengurangi Polusi

Meskipun flora lidah mertua mempunyai banyak manfaat buat mengurangi tingkat polusi udara, tetapi semua itu akan sia-sia apabila teknologi yang dipakai insan sehari-hari tetap nir ramah lingkungan.

Solusi secanggih apapun tidak akan mampu memecahkan suatu perkara apabila masalah tersebut tidak diselesaikan berdasarkan akarnya. Setuju nggak, geng?

Terdapat beberapa inovasi teknologi modern yg dievaluasi bisa mengurangi taraf polusi udara di Indonesia menggunakan lebih signifikan.

Menurut Jaka, inovasi teknologi ini akan sanggup mengurangi tingkat polusi udara bila dimanfaatkan & diaplikasikan pada Indonesia. Penasaran? Simak terus, geng!

1. Mobil Listrik

1 A3edb

Salah satu penyumbang polusi terbesar di global merupakan emisi yang didapatkan sang tunggangan dengan bahan bakar bensin dan diesel.

Nggak ada yang bisa memastikan berapa jumlah kendaraan bermotor yang ada di Indonesia, bahkan di global.

Tapi, jika engkau lihat sendiri, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia sudah nir terhitung, geng.

Bayangkan saja, berapa poly emisi karbon dioksida yang didapatkan oleh kendaraan-kendaraan tadi. Jaka rasa, pengecap mertua nggak akan mampu buat memfiltrasi emisi sebesar itu, geng.

Salah satu solusi dari kasus ini adalah dengan memangkas akarnya, yakni tunggangan bermotor. Membatasi jumlah tunggangan yg berlalu-lalang tampaknya mustahil.

Tetapi, seiring dengan perkembangan teknologi, telah poly perusahaan otomotif yang menciptakan mobil listrik. Salah satunya merupakan Tesla, perusahaan otomotif milik Elon Musk.

Meskipun harganya masih mahal, yang namanya teknologi pasti harganya akan turun secara perlahan-huma.

Kita tunggu saja sampai pemerintah mulai mengimpor atau bahkan membangun sendiri mobil listrik.

dua. Self-Driving Car

2 5ae25

Masih berkaitan dengan kendaraan nih, geng. Self-driving car, atau mudahnya mobil menggunakan fitur autopilot, dinilai para peneliti pula memiliki andil dalam pengurangan taraf polusi.

Mereka berpendapat bahwa self-driving car bisa mengurangi stagnasi yg dihasilkan sang human error. Selain itu, self-driving car jua mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar sebesar 15% - 40%.

Meskipun kesannya tidak mungkin, tetapi belum lama ini, Tesla merilis mobil listrik self-driving dengan seri Tesla X pada Indonesia, lho.

Mobil ini dibutuhkan bisa menjadi pionir bagi pembuat mobil lain buat melakukan hal yang sama.

Berkurangnya stagnasi dan tingkat efisiensi bahan bakar yang meningkat, pastinya menjadi galat satu opsi yg mampu diadopsi pemerintah dalam upaya mengurangi polusi.

tiga. Smog Free Tower

3 819de

Studio Roosegarde, sebuah perusahaan desain asal Belanda sudah menciptakan suatu inovasi yg unik pada upaya menurunkan tingkat polusi udara.

Smog Free Tower adalah sebuah menara yang dirancang buat menyerap polusi udara & membuat udara bersih.

Kerennya, polusi yg diekstraksi oleh menara tersebut berubah sebagai perhiasan, geng!

Smog Free Tower yg pertama sudah dibangun di kota Rotterdam, Belanda. Biaya pemasangan tersebut diperoleh berdasarkan kampanye penggalangan dana melalui situs kickstartercampaign.

Desainer berdasarkan menara tadi mengklaim bahwa satu menara bisa memfiltrasi sampai 3,lima juta meter kubik udara per harinya.

Mereka berencana untuk menciptakan menara tadi di semua kota akbar di dunia.

Semoga saja Indonesia pula ikut membentuk menara ini ya, geng. Selain bermanfaat, menara ini juga mempunyai bentuk yg artistik sehingga mampu menjadi objek wisata baru.

4. BioSolar Leaf

4 8f40a

Ilmuwan di Imperial College, London, sedang berkolaborasi dengan perusahaan start-up bernama Arborea buat menyebarkan penemuan BioSolar Leaf.

BioSolar Leaf merupakan teknologi yg mirip misalnya panel matahari, namun permukaannya ditutupi oleh flora-tanaman mini yang berfungsi buat menyaring karbon dioksida & membentuk oksigen.

Berdasarkan data, oksigen yang didapatkan oleh BioSolar Leaf setara dengan 100 pohon meskipun hanya menggunakan area bagian atas sebuah pohon.

Selain itu, sistem tadi mampu menghasilkan biomassa organik yg diekstrak oleh Arborea menjadi bahan kuliner tambahan buat produk makanan berbasis tanaman .

5. CityTree

5 F4ddd

Masih berkaitan dengan teknologi hijau, CityTree adalah salah satu solusi yang mampu dicoba pemerintah Indonesia menjadi upaya penurunan polusi udara.

Sebuah perusahaan asal Jerman, Green City Solutions menciptakan "tembok hayati" yang diletakkan pada belakang kursi taman. Selain menyaring polusi, CityTree juga sanggup menjadi tempat orang bersantai.

Tembok hidup tersebut adalah tanah yang ditumbuhi banyak sekali macam lumut, berfungsi menjadi penyaring polusi dan dibentuk sedemikian rupa.

CityTree ditenagai dengan panel mentari yg akan menyerap air hujan dan mendistribusikan air hujan tersebut melalui irigasi.

Selain itu, CityTree jua mampu menurunkan suhu disekitarnya sebagai lebih sejuk.

Akhir Kata

Demikian artikel Jaka tentang teknologi yang efektif buat menurunkan tingkat polusi udara pada Indonesia. Semoga pemerintah segera mencari solusi konkret buat menangani perkara polusi.

Sampai jumpa di artikel Jaka selanjutnya!

Comments

Popular posts from this blog

Nonton Film Promise (2017) Full Movie

Nonton Film Dimsum Martabak (2018)

7 Alasan Kenapa eSports Layak Dijadikan Ekstrakurikuler