Review Film Dora The Explorer The Movie: Lost City of Gold
Siapa yg dulu tiap pagi atau sore mantengin TV di tempat tinggal terus ngeliatin ada anak mini berambut pendek berponi, berbaju pink bercelana oranye, pakai ransel yang mampu berbicara? Dora! Masih inget?
Dora yg mini itu kini dijadikan film live action, dalam keadaan telah remaja. Awal mulanya karena sketsa berdasarkan channel YouTube College Humour, berakhir dengan film beneran.
Dora the Explorer the Movie: Lost City of Gold (2019) yang bakal membawa penontonnya kembali ke masa dijailin Dora. Duh, Dora, gunungnya ada di belakang pundak engkau . Please deh, masa gak sanggup liat?
BACA JUGA
- lima Game Wajib Bagi Pecinta Disney
- lima Tempat pada Film Kartun Disney yg Bisa Ditemukan pada Dunia Nyata, Seperti Dalam Dongeng!
- Begini Jadinya Kalau Princess Disney Diubah Jadi Hero Fighter Mobile Legends
Dora yang Beranjak Dewasa

Cerita dimulai menggunakan Dora yang masih mini , tinggal di hutan bersama Ayah & Ibu, Diego, Ayah & Ibu Diego serta Boots si kera. Mereka tinggal pada hutan pedalaman dan setiap hari tugasnya berpetualangan.
Suatu saat, Ayah Ibu Diego bisa pekerjaan pada kota. Diego yg sepupu sekaligus sahabat satu-satunya Dora harus pindah ke New York. Dora pun sedih sendirian di hutan.
Cerita pindah ke 10 tahun kemudian. Dora sudah berkecimpung remaja, kira-kira mau masuk kelas 1 Sekolah Menengah Atas. Dora masih bahagia berpetualangan keliling hutan, menjelajah. Hingga suatu saat Dora kecelakaan terjatuh di gua. Untung, Dora enggak apa-apa.
Imbasnya, Dora diminta orang tuanya buat pergi ke kota. Biar aman, izin bisa sekolah yg sahih, biar bergaul. Sementara, orang tuanya Dora akan berangkat menjelajah ke kota emas yg hilang, Parapata.
Dora pun pulang ke New York. Di sana, beliau tinggak & satu sekolah dengan Diego. Bedanya, Diego sekarang tidak sebersahabat yang dulu. Diego tumbuh menjadi laki-laki remaja cungkring yg moody. Sementara Dora ya Dora, positif banget dan periang. Malah dikatain aneh.
Dora dan Diego pulang karyawisata ke museum beserta sekolahnya. Di sana, Dora justru terjebak penculikan. Celakanya, Diego & jua dua sahabat sekolah mereka Sammy yang pandai sekali dan Randy yg jago nahan nafas selama 7 mnt tapi aneh, ikut terculik.
Dora ditolong sang sahabat Ayah Ibunya, Alejandro. Alejandro mengatakan bahwa Ayah Ibu Dora diculik agar mampu menuntun penculiknya ke kota Parapata demi mendapatkan emas. Bisakan Dora menyelamatkan kedua orang tuanya, sambil mencari kota tua yang hilang serta menjaga agar teman-temannya tetap selamat? Harus nonton di bioskop!
Film yg Menyindir Diri Sendiri

Jaka enggak nyangka kalau film Dora the Explorer sanggup semenarik ini. Harus Jaka akui, pertama masuk bioskop udah skeptis banget. Begitu mulai, lagu tema Dora serial kartun muncul & Jaka cekikian berdua pacar Jaka.
Kemudian, candaan demi candaan ada. Awal mulanya, Dora masih seneng ngomong ke layar. Jadi, penonton masih diajak seperti pada serial TV, diminta "Bisakah kau menyebutkan 'delicioso?'" atau enak pada bahasa Spanyol. Jaka ngakak parah.
Pembuat film Dora tau benar letak kekuatan & kelemahan menurut serial ini, & mereka berhasil membawanya ke level yang lebih maju lagi. Bahkan, Jaka merasa bahwa film ini misalnya Indiana Jones dalam versi lebih jinak.
Pemeran primer Dora diperankan dengan baik oleh Isabela Moner. Memang, Isabela ini belum terlalu populer. Tetapi, Dora remaja digambarkan seperti Dora mini . Isabela berhasil membuat Jaka percaya jikalau Dora remaja akan misalnya itu.
Satu-satunya pemeran yang Jaka rasa relatif dikenal merupakan pemeran Ayah Dora, Michael Pena. Siapa sih dia emangnya, Jak? Itu loh yg temennya Ant-Man, yang bila cerita mulai dari "Gue denger dari temen gua kalo temen dia punya temen kenalan yg kenal sama ..." inget kan? Di film ini, dia lucu banget.
Untuk kasus teknologi, Swiper dan Boots masih keliatan 1/2 CGI dan setengah kartun. Tapi jangan risi, Boots super gemash! Liat deh kegemasan Boots pada film ini.
Akhir Kata

Jaka rasa film ini cocok buat seluruh papah mamah belia yang berkiprah dewasa yg nonton Dora pas masih kecil, ad interim sembari ngenalin Dora ke anak-anaknya.
Film Dora the Explorer the Movie: Lost City of Gold dirilis tanggal 9 Agustus 2019 pada bioskop-bioskop kesayangan. Film ini buat seluruh umur, jadi sanggup ajak anak mini buat nonton film ini!
Buat yg bertanya-tanya, Jaka sertakan trailer-nya di bawah ini!
Comments
Post a Comment