4 Fakta Menarik di Balik Huawei Baikan Dengan Donald Trump Bisa Pakai Android Lagi?
Seperti yg semua orang ketahui, perang sengit antara Huawei dan Amerika Serikat belakangan ini sangat menyedot perhatian publik.
Hal itu dikarenakan kebijakan baru pemerintah Amerika Serikat yang melarang perusahaan-perusahaan teknologi AS buat bekerjasama menggunakan perusahaan asal Tiongkok tadi.
Setelah beberapa minggu bertahan mengembargo Huawei, belum usang ini presiden AS ada menggunakan warta mengejutkan lho, geng.
Soalnya, pada sela-sela konferensi pers KTT G20 yg berlangsung pada Osaka, Jepang, Trump akhirnya balik menaruh izin bagi perusahaan AS buat menyuplai produk mereka ke Huawei.
Penasaran mau tahu bagaimana cerita selengkapnya? Yuk, simak artikel Jaka berikut adalah, geng.
DAFTAR ISI
- Fakta Menarik di Balik Huawei Baikan Dengan Donald Trump
- Perusahaan Alaihi Salam Bisa Kembali Menjual Komponen ke Huawei
- Trump Mengakui Perusahaan Alaihi Salam Tidak Menyukai Kebijakan yang Dibuatnya
- Amerika Terancam Tertinggal Dalam Penyebaran 5G
- Apakah Huawei Sudah Bisa Menggunakan Android Lagi?
Fakta Menarik di Balik Huawei Baikan Dengan Donald Trump
Setelah lebih kurang selama enam minggu pemerintah Amerika Serikat memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam, sekarang Presiden Donald Trump melakukan apa yg perusahaan teknologi China sebut sebagai "U-turn".
Soalnya, dalam konferensi pers KTT G20 tadi Trump akhirnya menaruh lampu hijau bagi perusahaan Alaihi Salam buat kembali menjual produk mereka ke Huawei, geng.
Keputusan tersebut diumumkan sesudah sebelumnya Trump dan presiden China, Xi Jinping, terlibat dialog yg bersifat eksklusif.
Nah, buat kamu yg bertanya-tanya menggunakan akurnya hubungan di antara keduanya, berikut adalah keterangan-keterangan pada pulang Huawei baikan dengan Donald Trump, geng.
1. Perusahaan Alaihi Salam Bisa Kembali Menjual Komponen ke Huawei

Setelah sebelumnya dicurigai menjadi mata-mata China buat mencuri rahasia dagang Amerika Serikat dan tetapkan interaksi kerja sama pada antara keduanya, sekarang perseteruan sengit itu misalnya menemukan titik cerah, geng.
Soalnya, selesainya pernyataan Trump pada KTT G20 dalam 29 Juni kemudian, kini akhirnya perusahaan AS pulang mampu menjual produk mereka ke Huawei.
Namun, Trump menegaskan bila biar tadi diberikan buat penjualan produk-produk perusahaan AS yg sekiranya nir menaruh perkara terhadap keamanan nasional.
Meskipun begitu, tapi pernyataan Trump tadi tentu saja sebagai angin segar bagi Huawei dan banyak perusahaan AS.
2. Trump Mengakui Perusahaan Alaihi Salam Tidak Menyukai Kebijakan yg Dibuatnya

Dibuatnya kebijakan pelarangan kerja sama antara perusahaan AS menggunakan China tentu saja nggak selalu mendapat tanggapan positif dari sebagian besar pelaku bisnis AS, geng.
Seperti contohnya perusahaan chipset Intel & Micron yang sebelumnya permanen negeyel menjual produk-produk mereka ke Huawei meskipun kebijakan pemerintah Alaihi Salam mengenai embargo tadi sudah dibuat.
Hal itu juga secara nggak pribadi telah sebagai bukti nyata bila pemerintah Alaihi Salam nggak sanggup menggunakan mudah membatasi kolaborasi antara keduanya, geng.
Bahkan, perusahaan Micron sendiri mengakui bila Huawei merupakan keliru satu pelanggan terbesarnya dan pendapatan mereka mengalami penurunan setelah Huawei masuk ke dalam daftar hitam Alaihi Salam.
Menariknya, dalam konferensi pers KTT G20 itu jua Trump mengakui jika poly perusahaan Alaihi Salam yang nggak bahagia dengan kebijakan baru tersebut.
Mungkin itu juga yg menjadi salah satu alasan kenapa Trump akhirnya menghapus kebijakan tadi, geng.
3. Amerika Terancam Tertinggal Dalam Penyebaran 5G

Sebagai keliru satu negara yang maju pada perkara perkembangan teknologi, China dipercaya sebagai pemimpin dunia dalam pengembangan teknologi 5G.
Dengan adanya kebijakan baru pemerintah AS tentang pelarangan kolaborasi dan penggunaan produk telekomunikasi milik China, maka hal itu juga tanpa disadari justru akan merugikan bisnis dan rakyat Amerika Serikat, geng.
Pembatasan yang berlaku dalam Huawei buat melakukan usaha pada Amerika dipercaya nggak lantas menciptakan AS lebih aman & bertenaga, melainkan hal tersebut justru akan menciptakan Alaihi Salam tertinggal berdasarkan penyebaran 5G.
Apakah Huawei Sudah Bisa Menggunakan Android Lagi?

Setelah dibuatnya kebijakan baru sang pemerintah AS, Google mau nggak mau wajib mematuhi peraturan tadi dan menetapkan kerja sama menggunakan Huawei.
Hal tersebut tentu saja membuahkan dalam HP-HP Huawei yang akhirnya terancam nggak sanggup lagi menggunakan sistem operasi Android, geng.
Nggak mau terpuruk dengan keadaan, Huawei akhirnya berbagi sistem operasi miliknya sendiri yg diberi nama Hongmeng.

Lalu, apakah dengan diberikannya lampu hijau sang Trump itu merupakan Huawei sudah bisa menggunakan Android lagi?
Seperti yang sudah ditegaskan oleh Trump bahwa produk sensitif yg berkaitan menggunakan keamanan nasional Alaihi Salam akan tetap dibatasi.
Selain itu, pihak pemerintahan AS pula belum mengungkapkan lebih lanjut lagi perusahaan mana saja yang mampu menjual produknya ke Huawei.
Oleh karenanya, Google sendiri masih menganalisis apakah mereka sanggup kembali menaruh izin bagi Huawei buat menggunakan sistem operasinya, geng.
Akhir Kata
Nah, itu tadi keterangan mengenai Huawei dan Amerika Serikat yang akhirnya baikan lagi, geng.
Menurut engkau sempurna nggak, sih, keputusan Donald Trump buat pulang menaruh biar bagi Huawei dan perusahaan AS melakukan kolaborasi lagi, geng? Tulis jawabannya di kolom komentar bawah, ya!
Baca pula artikel seputar Out of Tech menarik lainnya dari Shelda Audita.
Comments
Post a Comment