4 Kejadian Buruk yang Pernah Menimpa Perusahaan Xiaomi Pernah Hampir Bangkrut?
Siapa disini yg belum pernah mendengar brand Xiaomi? Pasti nggak ada kan?
Xiaomi merupakan perusahaan teknologi berasal negeri tirai bambu, yang memiliki spesialisasi pada alat-alat elektronik terutama smartphone.
Kalau di Indonesia, mungkin orang-orang hanya tau Xiaomi merupakan pembuat smartphone yg sophisticated tapi . Padahal, banyak banget produk Xiaomi lainnya selain smartphone lho, geng.
Mulai berdasarkan blender, rice cooker, portable speaker, laptop, TV bahkan pulpen. Bayangkan, sebegitu banyaknya produk Xiaomi yang terdapat di pasaran, geng.
DAFTAR ISI
- Skandal dan Kejadian Buruk yang Pernah Menimpa Perusahaan Xiaomi
- Hampir Bangkrut
- Ditinggal Hugo Barra
- Kasus Baterai Meledak
- Kasus Pelanggaran Hak Cipta
Skandal & Kejadian Buruk yang Pernah Menimpa Perusahaan Xiaomi
Dengan nilai perusahaan yang mencapai lebih dari 46 Miliar USD, Xiaomi kini mempunyai lebih menurut 15.000 karyawan yang asal berdasarkan China, Malaysia, Singapura, India, Filipina, bahkan Indonesia.
Meskipun demikian, hidup selalu berputar seperti roda. Ada kalanya pada atas, dan ada kalanya di bawah. Di tengah kesuksesan Xiaomi yg memuncak, terdapat skandal dan insiden jelek yg pernah menimpa.
Apa saja skandal & kejadian tidak baik yg pernah menimpa perusahaan Xiaomi? Yuk kita simak!
1. Hampir Bangkrut
Pada tahun 2016, Xiaomi hampir dilanda kebangkrutan lantaran penjualan smartphone yang menurun drastis. Smartphone Xiaomi yang terjual pada tahun 2016 rumornya hanya kurang lebih 41 juta unit.
Padahal, di tahun sebelumnya yaitu tahun 2015, smartphone Xiaomi terjual sampai 70 juta unit. Hanya dalam ketika setahun, penjualan smartphone Xiaomi drop hingga sampai cuma setengahnya, geng.
Menurut Lei Jun, CEO Xiaomi, penjualan yg anjlok disebabkan sang beberapa hal, galat satunya merupakan rantai suplai yang buruk.
Rantai suplai yang jelek mensugesti distribusi smartphone Xiaomi yang di kala itu sedang terkenal-populernya. Permintaan yg akbar tidak diikuti sang suplai yang jua besar .
Selain rantai suplai yang tidak baik, masalah terbesar Xiaomi lainnya merupakan besarnya ketergantungan Xiaomi terhadap penjualan online.
Penjualan online hanya bisa menjangkau konsumen yg berada pada perkotaan saja. Xiaomi nir dapat menjangkau konsumen yang berada pada daerah-wilayah kecil dan terpencil.
Rival Xiaomi sesama HP China, misalnya Huawei, Oppo, dan Vivo berhasil membidik pasar-pasar kecil yg nir terjangkau oleh Xiaomi. Para rival Xiaomi tersebut membangun kemitraan dengan toko-toko handphone offline di poly daerah.
Hal tersebut membuat penjualan smartphone Xiaomi jatuh & hampir bangkrut. Meskipun begitu, Xiaomi sekarang sudah berhasil bangkit & sebagai perusahaan smartphone paling laris nomor 3 di dunia.
dua. Ditinggal Hugo Barra

Kalau kalian sekarang ini menggunakan smartphone Xiaomi, berterimakasihlah kepada Hugo Barra. Hugo Barra adalah mantan wakil presiden Xiaomi Global yang berjasa memperkenalkan produk Xiaomi ke seluruh dunia.
Hugo Barra merupakan mantan wakil presiden Google yg membuat keputusan mengejutkan menggunakan resign berdasarkan Google pada pertengahan 2013.
Keputusan ini dipercaya aneh bagi sebagian orang. Hugo Barra rela meninggalkan posisinya yg tinggi pada salah satu perusahaan terbesar pada dunia untuk bergabung dengan Xiaomi.
Pada tahun 2013, Xiaomi belum sebagai perusahaan global seperti ketika ini. Xiaomi masih merupakan sebuah perusahaan yg sedang berkembang.
Berkat kepemimpinan Hugo, penjualan Xiaomi yg awalnya hanya sebatas buat masyarakat China, bisa berkembang dan dijual di semua dunia.
Bahkan pada tahun 2016, pendapatan Xiaomi pada India saja, mencapai lebih menurut 1 Miliar USD.
Tetapi pada tahun 2017, Hugo Barra mengumumkan pengunduran dirinya dari Xiaomi. Masalah kesehatannya yg menurun akibat polusi udara pada China sebagai galat satu alasannya adalah buat resign. Ia juga merindukan kampung page pada mana sahabat-teman & keluarganya berada.
Hugo Barra kembali ke tempat asalnya, Silicon Valley, Amerika Serikat, buat bergabung dengan Facebook yg sedang menggarap proyek Virtual Reality.
Penjualan yg anjlok serta kepergian Hugo Barra adalah peristiwa buruk yg menimpa perusahaan Xiaomi sepanjang tahun 2016 sampai pada tahun 2017.
3. Kasus Baterai Meledak

Baterai smartphone yg semakin besar dan bisa diisi ulang dengan cepat merupakan keliru satu penemuan krusial smartphone akhir-akhir ini.
Namun, nir selalu inovasi berakhir menggunakan baik. Masih inget dengan kejadian Samsung Galaxy Note 7 yg meledak? Xiaomi pula mengalami, lho.
Pada tahun 2018, masalah meledaknya baterai smartphone Xiaomi menggunakan seri Mi A1 sempat viral di internet. Sebenarnya, ini bukanlah peristiwa pertama yg terjadi pada smartphone Xiaomi.
Kasus baterai meledak sebenarnya sudah berkali-kali terjadi kepada Xiaomi seri-seri lain pada China, tetapi dirahasiakan oleh perusahaan supaya warta tidak hingga ke konsumen global.
Mi A1 yg meledak tadi terjadi saat pemilik sedang tidur. Sebelum tidur, beliau mengisi ulang daya baterai supaya waktu beliau bangun, baterai sudah penuh pulang.
Namun, baterai mendadak panas dan mengeluarkan percikan barah sebagai akibatnya terbakar. Untungnya, smartphone tadi memakai casing pelindung yg mencegah barah menjalar kemana-mana.
Pemilik smartphone tadi dikabarkan tidak terluka dampak peristiwa tersebut. Bahaya jua ya, geng! Semoga ke depannya gak ada HP Xiaomi lainnya yg mengalami hal ini.
4. Kasus Pelanggaran Hak Cipta

Negara China memang terkenal menggunakan produk-produk tiruan luar negeri. Maka nggak heran kalau ada perusahaan China yg dituntut pada kasus pelanggaran copyright.
Pada tahun 2018, sebuah perusahaan smartphone menurut China bernama Coolpad menuntut tiga anak perusahaan Xiaomi, Xiaomi Telecom Technology Co Ltd, Xiaomi Technology Co Ltd, dan Xiaomi Factory Co Ltd.
Tuntutan aturan ini didasari sang Xiaomi yg dievaluasi Coolpad memakai teknologi yang telah dipatenkan Coolpad di pada smartphone Xiaomi menggunakan tanpa biar .
Menurut Coolpad, Xiaomi melanggar paten terkait manajemen ikon, notifikasi, sistem user interface dan desain dual SIM Card yg digunakan tanpa persetujuan Coolpad.
Dalam tuntutannya, Coolpad meminta pengadilan buat menciptakan Xiaomi menghentikan penjualan Redmi Note 5, Redmi lima Plus dan jua Mi Mix 2.
Yang parahnya lagi, tuntutan itu diajukan Coolpad pada waktu Xiaomi sedang mempersiapkan diri buat menjual saham mereka pada publik atau IPO (Initial Public Offering) pada Bursa Saham Hongkong.
Dalam IPO tadi, Xiaomi berharap sanggup menjual sahamnya kepada publik buat mengakibatkan valuasi perusahaan Xiaomi sebagai 100 miliar USD.
Banyak yg bertanya mengapa Coolpad baru menuntut saat Xiaomi sedang mempersiapkan diri pada IPO. Xiaomi memiliki pikiran bahwa Coolpad nggak ingin Xiaomi menjadi lebih sukses dari mereka.
Menurut kamu gimana?
Akhir Kata
Demikian artikel mengenai skandal dan peristiwa buruk yg pernah menimpa perusahaan Xiaomi. Setelah membaca artikel pada atas, apakah kalian semakin tertarik menggunakan produk Xiaomi atau kebalikannya?
Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya, geng!
Comments
Post a Comment