5 Teknologi yang Bisa Cegah Banjir Jakarta Perlukah Sampai Ganti Gubernur?
Apakah wilayah loka tinggal engkau seringkali mengalami banjir?
Dimanapun engkau tinggal, niscaya ada saja bencana alam yang bisa terjadi. Entah itu polusi, gempa bumi sampai banjir buat poly orang.
Kota-kota akbar misalnya Jakarta, Bandung, Solo, Medan, & poly lagi. Bahkan di negara maju sekalipun, banjir bisa terjadi.
Nah, menanggapi bala banjir yang seringkali terjadi pada Jakarta belakangan ini, mungkin teknologi-teknologi sophisticated ini sanggup diterapkan untuk mencegah banjir.
Yuk simak pembahasan selengkapnya, berikut adalah!
DAFTAR ISI
- Teknologi yang Bisa Cegah Banjir Jakarta,
- Metropolitan Area Outer Discharge Channel, Jepang
- The Hagestein Weir, Belanda
- MOSE, Italia
- The Thames Barrier, Inggris
- The Maeslant Storm Surge Barrier, Belanda
Teknologi yg Bisa Cegah Banjir Jakarta,
Siapa yang tak mengenal banjir?
Peristiwa ketika genre air berlebih mengalir ke wilayah daratan. Banjir bisa terjadi lantaran aneka macam penyebab, entah itu kurangnya wilayah resapan hingga disebabkan sang naiknya air bahari.
Tak kenal loka, banjir bisa datang kapan saja dan pada mana saja. Khususnya wilayah perkotaan yang berada pada wilayah dataran rendah & minim pepohonan.
Jaka ambil contoh Jakarta yg menjadi galat satu kota yang tak jarang mengalami banjir. Tiap tahun, terdapat saja banjir yang meresahkan masyarakat.
Dikutip menurut CNBC Indonesia, Jakarta terkena banjir pada 26 April 2019 lalu yang mengakibatkan 2 korban jiwa dan kurang lebih 2 ribu warga terpaksa mengungsi.
Banjir ini diperkirakan dari dari intensitas air yang tinggi dari dari daerah Bogor, Depok, Tangerang, dan sekitarnya sehingga membuat Sungai Ciliwing, Krukut, dan Angke meluap.
Bagaimana tanggapan pemerintah Jakarta akan bala ini?
Dikutip dari Tirto.Id, Pemerintah DKI Jakarta langsung menangani banjir yang terjadi dalam 17 titik di Jakarta pada 26 April 2019 lalu.
Untuk kedepannya pun, Anies (selaku gubernur DKI Jakarta) menilai sine qua non waduk sebagai galat satu cara buat menanggulangi banjir sebelum masuk ke tempat Jakarta.
Sedangkan buat banjir di daerah Jakarta, Anies mengkalim bahwa Pemerintah DKI Jakarta sedang berencana membuat pembangunan drainase vertikal pada beberapa gedung.
Drainase vertikal ini nantinya berfungsi sebagai tempat penyerapan air sehingga diharapkan bisa mengurangi bala banjir yang terjadi.
Tetapi, apakah hal ini nantinya efektif buat menanggulangi banjir pada Jakarta?
Bisa jadi, akan tetapi mampu jua gagal. Berikut ini adalah model teknologi sophisticated yg ada pada negara lain buat menanggulangi banjir dalam skala kecil sampai besar !
Dikutip berdasarkan banyak sekali sumber seperti ThoughtCo, inilah 5 teknologi canggih pencegah banjir yang mungkin cocok buat Jakarta dan wilayah lainnya.
1. Metropolitan Area Outer Discharge Channel, Jepang

Jepang merupakan negara yang dikelilingi menggunakan sejarah banjir yg panjang. Namun, hal itu nampak tidak berlaku lagi semenjak 2006 lalu.
Metropolitan Area Outer Discharge Channel ini jadi keliru satu teknologi pencegah banjir bawah tanah paling akbar di global.
Berada di bawah kota Kasukabe, Saitama, Metropolitan Area Outer Discharge Channel ini sanggup menampung air sebesar 12 juta meter kubik. Mantap!
Teknologi ini terdiri menurut 5 Underground Shaft yg berbentuk cerobong dengan tinggi 65 meter menggunakan radius 32 meter, dengan prosedur pencegahan banjir yang rumit.
Metropolitan Area Outer Discharge Channel pula disebut menggunakan 'Ryukyukan' atau museum bawah tanah yg dapat engkau kunjungi.
Kira-kira sanggup diterapkan di Jakarta atau nir, ya?
2. The Hagestein Weir, Belanda

Selanjutnya adalah The Hagestein Weir, teknologi pencegah banjir yg selesai dibangun pada 1960 silam.
Bendungan Hagestein mempunyai 2 gerbang lengkung besar buat mengendalikan air dan menghasilkan daya.
Mencakup hingga 54 meter, gerbang pelindung berengsel terhubung ke penyangga beton, yang berfungsi buat mengatur saluran air.
Teknologi ini kemudian banyak digunakan di berbagai arsitektur bendungan atau pencegahan banjir di seluruh global.
Salah satunya di Amerika Serikat yg menggunakan teknologi ini pula buat mencegah banjir sehabis Badai Sandy menyerang dalam 2012 lalu.
tiga. MOSE, Italia

Selanjutnya adalah MOSE atau Modulo Sperimentale Elettromeccanico yang terdapat di Vanice, Italia. Teknologi ini digunakan buat mencegah banjir yg akan menghantam kota Vanice.
Proyek MOSE ini terdiri dari serangkaian 78 penghalang (barrier) yang bisa naik secara bersamaan atau sendiri, buat membatasi naiknya air Laut Adriatik yang mungkin menjadi penyebab banjir pada Venice.
Sampai ketika ini, MOSE masih belum selesai dibangun secara paripurna, padahal telah dikerjakan sejak tahun 2003 lalu.
Teknologi ini diperkirakan akan rampung pada 2022 nanti. Teknologi ini sepertinya pula bisa diterapkan pada daerah Jakarta, mengingat kota Jakarta berada dekat dengan bahari.
4. The Thames Barrier, Inggris

Nah, jika teknologi yg satu ini relatif cocok diterapkan pada Jakarta, geng. The Thames Barrier ini adalah teknologi penjegah banjir yang biasa dipakai buat mencegah gelombang tinggi.
The Thames Barrier ini terdiri menurut beberapa 'cangkang' terbuat menurut besi yang bermanfaat buat menggerakan pintu buat menghalang air.
Thames Barrier umumnya dibiarkan terbuka sehingga kapal bisa melewatinya. Jika air sedang naik, gerbang air akan berputar secara otomatis buat menghentikan air yg mengalir sekaligus buat menjaga tingkat Sungai Thames pada level kondusif.
The Thames Barrier ini pertama kali didesain oleh Charles Draper. Teknologi ini bekerja dengan menutup air menggunakan palang berbentuk silinder yang dapat berputar.
Dengan itu, air akan mengalir dengan damai menurut asal banjir. Teknologi ini sangat efektif terbukti mencegah 100x banjir yg nyaris terjadi di Inggris.
5. The Maeslant Storm Surge Barrier, Belanda
Belanda memang populer menggunakan teknologi pencegah banjirnya yang sangat efektif. Selain The Hagestein Weir, The Maeslant Storm Surge Barrier ini juga patut disorot.
Terletak di terusan sungai Nieuwe Waterweg, pencegah banjir ini berdiri semenjak 1997 kemudian. Menjadikannya menjadi salah satu bangunan terbesar pada global yang dapat dipindahkan.
Teknologi pencegah banjir ini berbentuk misalnya gerbang 'AI' yg akan secara otomatis menutup ketika debit air semakin tinggi. The Maeslant Storm Surge Barrier lalu akan air mengisi tangki pada sepanjang penghalang.
Berat air yang tertampung akan mendorong dinding menggunakan kuat ke bawah dan mencegah air buat menerobos masuk.
Akhir Kata
Itu dia 5 teknologi sophisticated yang cocok untuk menangkal banjir di Jakarta. Mana yang dari kamu harus diterapkan?
Lebih baik kita menerapkan teknologi terbaru nan sophisticated buat mengelola dan mencegah banjir daripada harus membarui Gubernur ya ribet dong, geng!
Dorong pemerintah kita buat melakukan pemugaran & mencegah banjir secara efektif di semua wilayah. Dijamin, teknologi bisa membantu kita mencegah vabjir kok, geng!
Tuliskan pendapat engkau di kolom komentar, ya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Comments
Post a Comment