6 Kontroversi Hamza Bendelladj Hacker Jahat atau Pahlawan untuk Palestina?
Hacking sebagai aktivitas ilegal yg telah tidak asing lagi ditemui di global maya. Segala cara mereka lakukan buat mencapai tujuan eksklusif yg umumnya hanya buat kepentingan eksklusif.
Tapi, bagaimana jadinya jikalau seorang hacker meretas dengan tujuan untuk menolong orang?
Ya, tentu saja hal itu terdengar relatif mustahil, geng, tapi inilah yg terjadi dalam seseorang hacker berkewarganegaraan Algeria bernama Hamza Bendelladj.
Mau memahami informasi menarik dibalik seorang Hamza Bendelladj? Yuk, disimak informasi selengkapnya ini dia, geng.
DAFTAR ISI
- Fakta Menarik Hamza Bendelladj
- Masuk ke Dalam Daftar 10 Buronan Paling Dicari FBI
- Perangkat lunak SpyEye
- Menjadi Hacker untuk Berdonasi
- Divonis 15 Tahun Penjara
- Mendapat Banyak Dukungan
- Dijuluki Sebagai "Smiling Hacker"
Fakta Menarik Hamza Bendelladj
Apapun tujuannya, tindakan ilegal misalnya hacking memanglah nir layak buat ditiru, geng. Tapi, menurut masalah Hamza Bendelladj ini ada kabar-keterangan menarik yang menjadikan kasusnya itu populer pada bagian atas.
Daripada bertanya-tanya, nih, Jaka kasih gosip seputar fakta menarik & kontroversi seorang Hamza Bendelladj berikut adalah.
Masuk ke Dalam Daftar 10 Buronan Paling Dicari FBI
Hamza adalah seorang hacker asal Aljazair yg menggunakan nama samaran BX1 waktu sedang melancarkan aksinya itu.
Berbekal ilmu personal komputer yg dipelajarinya ketika kuliah, laki-laki berusia lebih kurang 31 tahun ini berubah menjadi seorang hacker & produsen virus personal komputer berbahaya buat meretas korbannya.
Melalui virus personal komputer bernama RimiG33k yang diciptakannya itu, laki-laki yang lahir pada daerah Tizi Ouzou Aljazair ini bahkan masuk ke pada daftar 10 teratas orang paling dicari oleh Interpol & FBI.
Hal itu dikarenakan Hamza diduga telah menggelapkan dana lebih berdasarkan puluhan juta dolar menurut lebih 2 ratus lembaga keuangan Amerika & Eropa.
Perangkat lunak SpyEye

Dengan ilmu komputer yg dimilikinya, Hamza terbilang mahir dalam mengembangkan virus berbahaya buat menyerang komputer para korbannya.
Dibantu sang kaki tangannya bernama Aleksandr Andreevich Panin, Hamza berhasil membuatkan sebuah virus bernama RimiG33K.
Virus ini sudah menginfeksi lebih menurut 50 juta personal komputer pada semua dunia yang kebanyakan dari negara Amerika Serikat.
Virus tadi digunakan buat mencuri data kabar bank yang tersimpan pada pada komputer yang telah terinfeksi. Tidak hanya itu saja, Hamza pula berhasil meretas website resmi Pemerintah Israel.
Untuk mengembangkan virus RimiG33K ini, Hamza memakai malware berbahaya ciptaannya yg disebut menggunakan SpyEye.
Melalui malware itu, Hamza dan Aleksandr berhasil memperoleh password, username, & kabar mengenai kartu kredit korbannya.
Dikutip menurut CNN Indonesia, virus yg Hamza telah buat berhasil menginfeksi 1,4 juta komputer, menyedot US$200 juta berdasarkan 200 lebih bank dan forum keuangan lainnya di Alaihi Salam.
Menjadi Hacker buat Berdonasi

Di balik kejamnya aksi pencurian uang melalui virus dan malware berbahaya yg dilakukan sang Hamza Bendelladj ini rupanya menyimpan kisah haru.
Sebab kabarnya jutaan dolar uang hasil hacking yang dilakukannya pada beberapa lembaga keuangan juga akun bank langsung tadi dia donasikan pada forum amal Palestina dan Afrika.
Rumor yg berkembang Hamza mendonasikan uangnya sebesar US$280,000,000 buat Palestina. Tapi apakah ini sahih?
Klaim hadiah uang hasil hacking kepada Palestina dan Afrika sebenarnya asal berdasarkan lisan Hamza saja. Belum terdapat bukti & penelusuran lebih lanjut tentang kebenaran hal ini.
Buat sebagian orang yg percaya bahwa Hamza memang menyumbang begitu poly uang untuk Palestina dan Afrika dianggap sebagai Robin Hood.
Divonis 15 Tahun Penjara

Setelah selama kurang lebih tiga tahun melakukan pencarian, dalam tanggal 8 Januari 2013 Hamza akhirnya tertangkap sang Polisi Thailand ketika ia melakukan transit pada Bangkok dalam penerbanganya menurut Malaysia menuju Mesir.
Atas aksinya tadi, Hamza divonis sanksi 15 tahun penjara dan tiga tahun masa percobaan. Bahkan akibat aksi kejahatannya yang sudah merugikan poly pihak tersbut, Hamza dikabarkan dijatuhi sanksi tewas yang ternyata hanya hoaks belaka.
Sementara itu, Alekasandr yang merupakan kaki tangannya ditangkap pada tanggal 1 Juli 2013 pada Bandara Atlanta Hartsfield-Jackson & dijatuhi hukuman penjara selama 9 tahun 6 bulan.
Mendapat Banyak Dukungan

Setelah berita hukuman meninggal Hamza tersebar & atas aksi bantuan yg dilakukannya pada beberapa forum amal, menciptakan publik berbondong-bondong menyerukan kebebasan buat Hamza & tak henti-hentinya memberikan dukungan.
Di kembali aksi kriminalnya, Hamza dianggap masih memikirkan umat sesamanya di Palestina.
Menariknya, rakyat bahkan menciptakan petisi yg isinya menuntut Kementrian Luar Negeri Aljazair dan Presiden Barack Obama turun tangan buat pembebasannya.
Bahkan kasus ini mengundang perhatian dari Duta Besar Alaihi Salam yang menuliskan pada page Twitter-nya bahwa kejahatan global maya bukanlah kejahatan berat dan nir bisa dihukum menggunakan hukuman tewas.

Jelas, gosip sanksi tewas yang diberikan pada Hamza hanya hoaks semata. Bahkan pihak kedutaan Aljazair pada Alaihi Salam telah mengonfirmasi hal tadi.
Hamza hanya diberikan sanksi selama 15 tahun atas segala kejahatan hacking yang beliau lakukan selama ini. Foto Hamza yang seakan-akan sedang menghadapi sanksi pancung juga hoaks.
Dijuluki Sebagai "Smiling Hacker"

Di kembali musibah yg menimpanya, Hamza terus menebarkan senyum ke publik & awak media.
Saat proses penangkapannya pun Hamza nir berusaha melarikan diri atau menghindar, beliau terus menaruh senyumannya itu.
Di setiap foto ketika penangkapan dirinya, Hamza selalu tersenyum dan terkesan ramah. Hal itulah yg akhirnya menciptakan Hamza publik menjulukinya menjadi smiling hacker.
Akhir Kata
Itulah beberapa kabar menarik di balik masalah peretasan yg dilakukan oleh Hamza Bendelladj. Wah, ternyata relatif seru dan kontroversial, ya, geng.
Meskipun niatnya buat kebaikan, akan tetapi sebaiknya tindakan ini jangan kamu tiru ya, geng.
Baca jua artikel seputar Out of Tech menarik lainnya berdasarkan Shelda Audita.
Comments
Post a Comment