Benarkah Situs KPU Diretas Hacker Untuk Memenangkan Jokowi? Ini Buktinya!

Isu yg beredar mengenai peretasan yang dilakukan oleh hacker terhadap situs resmi KPU ramai dibicarakan sang publik. Sebenarnya apa, sih, usaha yg dilakukan sang hacker buat meretas situs ini? Yuk, disimak penjelasannya, geng!

Setelah pemilu 2019 sukses dilaksanakan dalam lepas 17 April lalu, rupanya eforia warga akan momen yang terjadi 5 tahun sekali itu masih terasa sampai waktu ini.

Masyarakat berbondong-bondong memantau hasil penghitungan suara cepat yang dirilis oleh beberapa forum survei, juga output real count yang dirilis pada situs resmi milik KPU.

Data hasil hitung bunyi yang ditampilkan pada situs resmi KPU tadi menampilkan informasi bahwa pasangan capres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf mempunyai jumlah suara yang lebih unggul.

src="https://assets.jalantikus.com/assets/cache/560/266/userfiles/2019/04/22/hasil-real-count-kpu-aec87.png" alt="Hasil Real Count Kpu Aec87" />

Menanggapi hal tersebut, banyak informasi tersebar bahwa server KPU telah diretas dan di-setting supaya memenangkan pasangan capres angka urut 01 itu.

Tuduhan tersebut diperkuat lagi sang kondisi situs KPU yg sempat beberapa kali mengalami down hingga sulit buat diakses.

Sebenarnya bagaimana cara hacker dalam mereats situs KPU? Dan seberapa kondusif situs tadi dalam mengantisipasi hal ini?

DAFTAR ISI

  • Usaha Hacker Meretas Situs KPU
    • Serangan DDoS
  • Seberapa Aman Situs KPU?
    • Formulir C1 pada format foto
    • Perhitungan suara berbasis manual
    • Memiliki sistem kemanan anti DDoS

Usaha Hacker Meretas Situs KPU

Isu tentang situs KPU yg diretas adalah pertarungan umum yg acapkali terjadi di masa-masa pemilu, termasuk yang terjadi dalam pemilu 2019 ini.

Bahkan kabarnya, serangan yg menunjuk pada situs KPU ini ada saja setiap harinya lho, geng.

Lalu, misalnya apa bisnis yg dilakukan oleh hacker buat meretas situs KPU kali ini?

Serangan DDoS

Serangan Ddos Di Situs Kpu C0624

Pada dasarnya, meskipun agresi hacker ini menyerang situs KPU hampir setiap hari, tetapi bentuk agresi yg dilakukan selalu sama.

Para hacker tadi menyerang menggunakan membuat situs KPU down sehingga sulit diakses oleh publik.

Usaha hacker menggunakan cara ini diklaim menggunakan istilah agresi DDoS (Distributed Denial of Service).

Serangan ini memiliki cara kerja berupa percobaan penyerangan dari beberapa sistem personal komputer yg menargetkan sebuah server eksklusif agar jumlah traffic-nya menjadi terlalu tinggi.

Dengan begitu, server tidak bisa meng-handle request dan situs sulit buat diakses oleh publik.

Serangan DDoS ini dilakukan dengan menggunakan beberapa sistem personal komputer yang digunakan sebagai sumber serangan.

apabila diibaratkan, agresi ini layaknya stagnasi kemudian lintas yang menghambat pegemudi untuk datang pada lokasi tujuan yang diinginkan dengan sempurna saat.

Selain serangan itu, tidak terdapat lagi bentuk usaha lain menurut para hacker untuk meretas situs resmi KPU.

Seberapa Aman Situs KPU?

Mengingat percobaan peretasan situs KPU seringkali terjadi pada masa-masa pemilu, oleh karena itu tim IT KPU telah mengantisipasi kondisi ini menggunakan menerapkan sistem keamanan untuk situsnya.

Lalu, sebenarnya seberapa kondusif, sih, situs KPU pada menyajikan hasil perhitungan real count dalam situsnya?

1. Formulir C1 dalam format foto

Format Foto Bac32

Bagi kamu yg menerka bahwa server KPU sudah diretas dan disetting agar mememangkan pasangan capres tertentu, jawabannya merupakan nir.

Hal itu dikarenakan hasil final perhitungan suara formulir C1 yang diunggah ke server atau situs KPU yaitu dalam format foto, sehingga nir mungkin bisa sanggup diubah begitu saja oleh hacker.

dua. Perhitungan suara berbasis manual

Perhitungan Manual 9b2b3

Situs KPU yang seringkali mengalami down dicurigai akan mempengaruhi ke output perhitungan real count yang ditampilkan pada situs KPU.

Faktanya, sistem perhitungan suara di KPU masih berbasis manual atau berbasis rekapitulasi dari dokumen formulir yang dilakukan secara terencana.

Sementara, buat sistem IT sendiri hanya membantu buat mempublikasikan saja sebagai akibatnya tidak ada kaitannya antara proses perhitungan dengan sistem IT.

Oleh karena itu, kalaupun situs atau server KPU diretas namun hal itu nir akan berpengaruh ke output pemilu lantaran situs KPU sifatnya hanya menampilkan saja, ad interim prosesnya sendiri permanen manual.

3. Memiliki sistem kemanan anti DDoS

Anti Ddos 8126c

Antisipasi lain yang dilakukan sang tim IT KPU adalah dengan menerapkan sistem keamanan anti DDoS buat situs KPU.

Meskipun demikian, nyatanya sistem keamanan ini belum benar-benar digdaya pada mengantisipasi agresi-agresi yg masuk.

Hal itu dibuktikan dengan perseteruan situs KPU yang belakangan ini masih seringkali mengalami down.

Akhir Kata

Sampai ketika ini isu mengenai situs KPU yang diretas buat menguntungkan pasangan capres baik angka urut 01 ataupun 02 adalah hoax, ya, geng.

Kalapun situs KPU diretas, hal itu hanya berupa agresi DDoS yang nir mempunyai pengaruh terhadap hasil perhitungan suara.

Jadi, baik capres 01 (Jokowi) atau capres 02 (Prabowo) sama-sama nir diuntungkan dengan kejadian ini.

Itulah tersebut fakta-fakta pada pulang isu peretasan yg dilakukan sang hacker pada situs resmi KPU.

Sebelum terpengaruhi sang hoax yang tersebar, mending engkau cari tahu dulu kebenarannya, geng.

Baca juga artikel seputar Viral menarik lainnya dari Shelda Audita.

Untuk Memenangkan Jokowi Benarkah Situs KPU Diretas Hacker Ini Buktinya!

Comments

Popular posts from this blog

Nonton Film Promise (2017) Full Movie

Nonton Film Dimsum Martabak (2018)

7 Alasan Kenapa eSports Layak Dijadikan Ekstrakurikuler