Kronologi Tesseract: Dari Odin Hingga ke Tangan Thanos
Tesseract. Entah kenapa benda ini seolah menjadi sumber permasalahan di setiap film Marvel. Mungkin lantaran energi yg terkandung pada dalamnya.
Buat kamu yang belum tahu, di pada Tesseract masih ada keliru satu berdasarkan enam Infinity Stones, yakni Space Stone.
>Kubus berwarna biru ini memiliki sejarah yang relatif panjang, & kali ini Jaka mau jelasin kronologi Tesseract berdasarkan pertama kali muncul hingga mampu berada pada tangan Thanos.
DAFTAR ISI
- Kronologi Tesseract
- Tahun 965 Sebelum Masehi
- Tahun 1942-1945 (Captain America: The First Avenger)
- Tahun 1989-1995 (Captain Marvel)
- Tahun 2012 (The Avengers)
- Tahun 2018 (Avengers: Infinity Wars)
Kronologi Tesseract
Tesseract adalah sebuah kubus yg dirancang buat menahan besarnya kekuatan yg dimiliki sang Space Stone.
Space Stone sendiri bisa membawa siapapun yg mampu menggunakannya buat melintasi galaksi secara instan.
Selain itu, Space Stone mempunyai energi hampir tak terhingga yg bisa dipakai buat berbagai hal, termasuk hal buruk.
Kalau engkau belum nonton Captain Marvel, Jaka peringatkan bahwa tulisan ini mengandung SPOILER!
Tahun 965 Sebelum Masehi
Sumber foto: GamespotDi film Thor, kita sanggup melihat keberadaan Tesseract ribuan tahun yg lalu, Tesseract berada pada peradaban Asgardian yang dipimpin sang Odin. Tesseract disimpan pada pada Odin Vault dengan kondusif.
Untuk menjaga keseimbangan antar sembilan global, Odin menetapkan buat menyimpan Tesseract pada Bumi, tepatnya di Tonsberg, Norwegia, dengan dijaga beberapa Asgardian.
Ada juga yg beranggapan pemilihan Bumi adalah karena teknologi insan Bumi dipercaya primitif buat mampu menggunakan Tesseract. Mungkin iya, dalam waktu itu.
Tahun 1942-1945 (Captain America: The First Avenger)
Tersimpan selama ribuan tahun, keberadaan Tesseract akhirnya terbongkar. Johann Schmidt alias Red Skull merupakan pemimpin HYDRA yang berhasil menemukan misteri Tesseract.
Red Skull ingin memanfaatkan Tesseract buat meningkatkan kemampuan senjata agar pihak sekutu mampu menang dalam perang global kedua.
Steve Rogers alias Captain America berhasil menghentikan Red Skull. Tesseract sendiri jatuh ke pada Samudera Arctic beserta oleh kapten, sebelum ditemukan sang Howard Stark, ayah berdasarkan Iron Man.
Red Skull menerima kutukan buat menjadi seorang penjaga Soul Stone, keliru satu dari Infinity Stones yg mengharuskan Thanos mengorbankan anak kesayangannya, Gamora.
Tahun 1989-1995 (Captain Marvel)
Sumber foto: BustleEntah bagaimana, Tesseract yg ditemukan oleh Howard Stark sudah beralih tangan ke Dr. Wendy Lawson yg sebenarnya merupakan makhluk Kree bernama Mar-Vell.
Mungkin Stark merasa bahwa Dr. Lawson dapat dipercaya & mengetahui bagaimana cara memanfaatkan Tesseract tadi, sebagai akibatnya ia memercayakan kubus tadi.
Kepercayaan Stark terbukti lantaran Dr. Lawson berhasil mengembangkan mesin berkecepatan cahaya yang bersumber berdasarkan Tesseract tersebut.
Sayangnya, serbuan menurut bangsa Kree membuat Mar-Vell tewas dan Carol Denvers mendapatkan kekuatan berdasarkan Tesseract sebagai akibatnya dikenal sebagai Captain Marvel.
Tesseract sendiri aman pada labotarium misteri milik Mar-Vell, sebelum ditenggak oleh Goose si kucing.
Pada post-credit film Captain Marvel, terlihat Goose sedang memuntahkan Tesseract pada atas meja kerja Nick Fury, menampakan bahwa benda tersebut kini berada di pada S.H.I.E.L.D.
Tahun 2012 (The Avengers)
Tesseract tersimpan dengan aman di S.H.I.E.L.D. Bisa jadi, mereka menunggu ada teknologi & orang-orang yang sanggup memanfaatkan Tesseract buat dipakai sebagai sumber tenaga tak terbatas.
Pada tahun 2012, masih ada percobaan pada labotarium S.H.I.E.L.D dengan donasi profesor Erik Selvig yang sempat muncul di film Thor.
Penelitian tersebut dimanfaatkan oleh Loki yang ingin menggunakan Tesseract buat membuka portal pada atas kota New York agar tentara Chitauri sanggup masuk & menginvasi Bumi.
Bahkan, Loki mengendalikan Erik Selvig & Hawkeye untuk membantunya. Seperti yang kita memahami, para Avengers berhasil menghentikan planning Loki pada Battle of New York.
Thor memutuskan buat membawa Tesseract kembali ke Asgard. Sebagai gantinya, Odin memerintahkan pasukan Asgardian membawa Reality Stone untuk dititipkan ke the Collector.
Alasannya, tidak bijak (atau terlalu berbahaya?) buat menyimpan 2 Infinity Stones pada loka yang sama.
Tahun 2018 (Avengers: Infinity Wars)
Jaka enggak terlalu yakin dengan tahunnya, yg kentara dalam akhirnya Tesseract berakhir pada tangan Thanos pada film Avengers: Infinity Wars.
Sebelumnya, ketika Asgard musnah dalam film Thor: Ragnarok, Loki sempat mencuri Tesseract yang telah disimpan Odin Vault.
Mungkin, itu bukan keputusan yg baik, karena dalam akhirnya Thanos menghancurkan Tesseract buat merogoh Space Stone yg terdapat pada dalamnya.
Dengan begitu, tamatlah Tesseract yg telah melewati berbagai peristiwa.
Akhir Kata
Panjang bukan sejarah Tesseract? Benda kubus yg tak jarang menjadi asal konflik pada film-film Marvel tadi ternyata berperan penting pada beberapa judul film.
Gimana pendapatmu tentang Tesseract? Tulis pada kolom komentar, ya!
Sumber Banner: Time Magazine
Comments
Post a Comment